klivetvindonesia.com- Makassar Bangsa yang maju bangsa yang peduli dengan pendidikan kapan tidak tunggu waktunya bangsa tersebut akan di penjarakan pikiran-nya oleh bangsa lain yang ingin menguasa bangsa tersebut . 
Menyadari akan hal tersebut Ki Hadjar Dewantara tidak menghendaki akan hal tersebut karena di zamanya yang sekolah itu cuma buat orang kaya dan anak bangsawan maka batasan itu, ia tidak menghendaki karena sepertinya rakyat jelata dilarang pinter. 
Melihat keadaan yang demikian , Ki Hadjar Dewantara melakukan perlawanan yakni , beliau bikin sekolah Taman Siswa pada tahun 1922 biar semua anak pribumi era itu bisa sekolah di zaman penjajahan Belanda .
Keterkaitan dengan hal tersebut maka setiap tanggal 2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional karena sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Hadjar Dewantara atas jasanya dan tanggal tersebut juga merupakan hari lahirnya 2 Mei 1889 maka hari tersebut di peringati sebagai hari pendidikan nasional karena beliau dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional dan pendiri Taman siswa .
Oleh karena itu dengan memperingatkan Hardiknas setiap tanggal 2 Mei tentunya kita perlu evulasi diri ” sudah sampai mana mutu pendidikan kita ?”
Apakah ” Anak – anak masih ada yang putus sekolah tidak ?”
” Guru sudah sejahtera belum ?” Kalau hanya kegiatan pertandingan , lomba dan upacara tanpa evaluasi , sangat disayangkan .
Maka untuk menguatkan semangat , Ing Ngarso Sung Tulodo , Ing Madyo Mangun Karso , Tut Wuri Handayani’
Ini semboyan Ki Hadjar Dewantara . Artinya : Di depan memberi contoh , di tengah memberi semangat , di belakang memberi dorongan . Hardiknas yang diperingatin guru , orang tua , dan pemerintah : mendidik itu bukan cuma ngajar , tapi juga jadi teladan .
Singkatnya : Hardiknas bukan hanya kegiatan perlombahan , pertandingan . Tapi alaram tahunan biar kita tidak lupa bangsa maju atau hancur , kuncinya di pendidikan .
iklan 1
iklan 2
iklan 3






