NTT – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Masyarakat Kabupaten Ende Flores NTT bisa percaya kepada wakil rakyatnya di lembaga DPRD Kabupaten Ende Flores NTT, jika mereka berani melapor Institusi Inspektorat kepada Aparat Penegak Hukum atas tuding audit palsu , itu baru hebat ? kalau hanya sebatas retorika masyarakat mual karena masyarakat butuh bukti bukan cerita besarnya .
Begitu juga dengan pernyataan sala satu oknum anggota DPRD yang sepertinya menuding bahwa itu kriminalisasi dan sepertinya mengkerdilkan lembaga DPRD maka segera lapor Polisi sehingga masyarakat percaya dan tidak menilai “asal omong untuk menutupi kekurangan. ” .
Hukum itu , tidak asumsi tapi butuh bukti maka setiap mengutarakan pernyataan sebaiknya perlu hati – hati dan pikir matang dari segala aspek atas pernyataan yang coba meyakinkan masyarakat. Di Indonesia tidak ada yang kebal hukum selama fungsi hukum itu dijalankan dengan baik yang salah akan dihukum .
Ada oknum anggota DPRD yang sepertinya lagi berselancar ditengah badai , dimana , dia berani menghadapi kesulitan dan tidak menyerah . Dia mencari kesempatan di tengah kesulitan . Dia , beradaptasi dengan situasi yang sulit dan mencari jalan keluar . Dia, tidak membiarkan kesulitan mengalahkan diri sendiri .
Melihat fenomena yang demikian agar tuntas persoalan yang berkaitan dengan dugaan ada penyelewengan dana di sekwan DPRD Ende kurang lebih 7 Miliar dan masyarakat dapat melihat persoalan ini secara jerni maka persoalan ini perlu di bahwa sampai kemeja hijau karena palu hakim yang akan menentu siapa yang sala dan siapa yang benar, maka diharapkan kepada institusi Inspektorat dalam hal ini bupati Ende segera melapor Kepada Aparat Penegak Hukum atas temuan Inspektorat tersebut sehingga bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku sehingga ada efek jeranya. Begitu juga DPRD segera lapor polisi atas hasil audit Inspektorat yang diduga palsu sehingga masyarakat percaya .
Pertanyaan beranikah DPRD melapor kepada APH ? begitu juga sebaliknya beranikah Pemda Ende melapor kepada APH atas hasil auditnya ?, jangan – jangan hanya sebatas gertak mengertak saja .
iklan 1
iklan 2






