Lima Orang Terjebak Banjir di Malino: Tiga Dokter dan Dua Warga Berhasil Dievakuasi Tim Basarnas

GOWA- KLTV INDONESIA

klivetvindonesia.com, Gowa, 9 April 2025 – Sebanyak lima orang dilaporkan terjebak luapan banjir di kawasan wisata Malino, Kabupaten Gowa. Tiga di antaranya merupakan dokter yang tengah dalam perjalanan wisata menuju Malino, sementara dua lainnya adalah warga Desa Belapungranga, Kecamatan Parangloe, yang hendak pulang dari kebun.

 

Insiden ini terjadi saat ketiga dokter, yakni Dr. Yogi Andrew (32), Dr. Wahyuni (37), dan Dr. Akhtar Fajar (45), menggunakan aplikasi Google Maps untuk mencari rute tercepat ke Malino. Namun, karena merasa telah salah arah, mereka memutuskan untuk memutar balik kendaraan. Nahas, ketika berbalik arah, air sungai tiba-tiba meluap dan menutup jalan yang akan mereka lewati, membuat mereka terjebak di tengah kondisi yang berbahaya.
Dalam perjalanan tersebut, mereka juga bertemu dengan dua warga sekitar, Dg. Ngalle (52) dan Ny. Tamsi (50), yang baru saja pulang dari kebun. Akibatnya, kelima orang ini terjebak bersama di lokasi banjir yang mengkhawatirkan.

Setelah menerima laporan melalui com center, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar segera menerjunkan lima personel penyelamat ke lokasi kejadian yang berjarak 30,7 kilometer dari markas. Dengan waktu tempuh sekitar satu jam, tim Basarnas tiba di lokasi dan langsung berkoordinasi dengan pemerintah serta warga setempat guna memastikan kondisi medan dan para korban.

“Kami bergerak cepat setelah menerima informasi terkait adanya korban yang terjebak banjir di jembatan Desa Belapungranga. Tim segera melakukan evakuasi begitu tiba di lokasi,” ujar Muhammad Arif Anwar, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar.

Berkat kesigapan tim penyelamat dan koordinasi yang baik, seluruh korban berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan sehat wal afiat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *