Ceritera Pendek : Mabuk

KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com

Ceritera Mingguan

Suamiku suka meneguk “minuman keras !! Inilah yang ” membedakan suami “pertama , ” kedua dan “ketiga , yang tak suka terhadap minuman itu . Bila ” mabuk ” ia menari – nari sambil memperagakan jurus silat “. Bagi yang baru bertemu dengannya seperti ” merasa terhibur .

Itu kalau” setengah mabuk , kalau “mabuk keras , ia seperti kesetanan”, wajah merah , air liurnya berbusa”. Loncat sana , loncat sini seperti atlit . ” Kadangkala , seperti penari poco – poco , “satu langkah ke depan , dua langkah ke belakang , lalu ” loncat dan ” menepuk kedua tangan , ” miring ke kiri lalu teriak , “goyang sampai pagi ” , asyik !!!

Giliran suaminya tak mabuk , istrinya ” menasehati , agar tak boleh melakukan hal itu . Mendengar hal itu , suaminya diam dan sepertinya malu .

“Giliran kembali mabuk”, suaminya melakukan pembalasan”. “Mami , kamu harus jujur kepada ku !! Sayang !! Ada berita burung , jika aku ” mabuk ,”Mami selingkuh”.

“Ah !! Papi ini ada – ada saja . Mami tolong dong mengaku.”

“Ah , tidak !! Dasar , orang mabuk ! Selalu memikirkan hal yang buruk .”

“Mami , Aku ini , suamimu !! “Jadi siapa yang bilang kamu bukan suamiku ? “Ha ….” Ha….”Ha…”Marah !!! Ni …..”Mami … “Ha ….”Hi…

Kemudian “treak merdeka !! Merdeka !! Mengiringi treak itu, anak – anak remaja menyanyikan lagu, ” Mabuk lagi, Aa…ah…Aa ah…… Aa ah ….mabuk lagi . Kakek, dan nenek , tertawa , h a…h a… ha …

“Dulu pertama aku bertemu dengan “suami ku yang ke empat ini ,dia santun dan irit bicara . Sering membawa makan kesukaan ku . dan setiap janji ia selalu tepati . Hal inilah yang membuat aku “jatuh cinta ” kepada suami keempat ku ini ( Umar ).

Seiring Umar sering mengkonsumsi minuman keras , ada – ada saja, suasana yang berubah , tidur seranjang tak berpapas wajah . Jarang bermesrahan dan tak henti bicara , hal itu yang membuat aku kurang nyaman di saat jam istrahat .

” Kalau mabuk keras , aku disuruh menari , loncat – loncat dan disuruh treak Umar suami ku . Hal itu, terpaksa aku turuti karena aku takut ditempelengi. Aku sepertinya bukan istrinya dia lagi karena lupa kasih sayangnya yang seperti dia lakukan pertama, bertemu dengan nya .

Disaat aku duduk sendiri aku selalu termenung memikirkan masa depan , dan tak pernah menyangka , ” Umar begitu tega kepada ku . Tuhan Sadarlah dia , karena aku masih mencintanya .

Bersambung……

Sambungan ceritera minggu depan , jika ada nama sama itu hanya secara kebetulan .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *