Cerpen :
Oleh Frans Kato
KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com–
“Jesi terancam , menyusul keputusanya yang ceroboh” terhadap kekasihnya . Hal itu yang membuat dirinya” dibuntut oleh preman”, kemana ia pergi dibuntuti” . Keadaan ini yang membuat Jesi “Stress, kadang- kadang mulutnya , komat kamit seperti dukun membaca mantra dan kemudian loncat kiri dan kanan . Kondisi yang demikian, tidak berlanjut lama menyusul ia dirawat oleh dokter” pesikihater.”
Tiga bulan dari peristiwa itu terjadi , ia kelihatan sudah mulai bersolek kembali , dan kebiasaanya ke “Kafe untuk menikmati Kopi “dan mendengar musik melakonis,” tidak lagi se rutin seperti hari – hari kemarin .
“Empat bulan kemudian “anggota dewan “mendatangi rumah “tantenya . Kehadiran anggota tersebut hanya untuk memohon doa restu dari tantenya agar bisa menerima lamaran nya ” kepada Jesi”.
“Entah apa yang merasuknya “yang membuat Jesi menolak
lamaran dari anggota dewan tersebut .
Mendengar penolakannya , maka “keluarga besar Jesi”, marah besar”, terhadap gadis yang berkulit kuning langsat tersebut.
Melihat hal yang demikian, Jesi pun menjawab dan menyampaikan agar paman dan tantenya bisa menerima penolaknya.”
Tante yang baik !! Aku tak sanggup menikah” dengan “politisi karena setiap kata – katanya
susah untuk aku percaya “, Jangan – jangan hanya ,”janji dan kemudian ”
tidak jadi menikah”,kata Jesi .
Melihat hal yang demikian, tante mengajak Jesi keruang tamu untuk bicara empat mata”. “Kata Tante, maafkan aku jika terlanjut jauh mencampuri urusan ini. Sesuai pengamatan ku , banyak pria yang mencintai mu. Namun, engkau selalu menolaknya .
“Jawab Jesi “, aku tak mau menikah dengan lelaki yang hanya” melampiaskan nafsu birahinya .Aku butuh lelaki yang bertanggung jawab. Dan aku tak mau makan sehari – hari hanya “menunggu belas kasihan dari mertua”.
“Aku ingin hidup mandiri , Aku rela tidur beralasan koran” dan makan nasi dan garam”, bersama kekasih yang sungguh mencintaiku”, begitu ujarnya.
” Aku juga tak mau menyakiti hati sesama wanita”, karena merebut suami orang” , karena aku tahu jika aku diperlakukan seperti itu ,”hatiku seperti di “iris dengan sebilah pisau dan aku juga tak mau dimadu” .
Aku juga tak akan tergoda dengan lelaki yang memiliki harta berlimpah karena itu hanya barang duniawi”.dan tak menjadi jaminan batin ku akan merasa tenang,” begitu kata dia.
Jawab tantenya !! Kamu itu soh dewasa “. ” Jawab Jesi, “Sok dewasa ke atau tidak , itu urusan ku…!!! Karena aku belum merasa ada kecocokan”,begitu ujarnya.
Kata dia, lelaki itu kecewa hanya sebentar karena dia muda cari penggantinya.
“Jawab tante !! “Sudah mulai hari ini , jangan lagi engkau mengaku aku tantemu ,dan urusan mu, aku tak mau mencampuri lagi , biarkan engkau sendiri yang memilih lelaki yang engkau cinta “.begitu ujar tante jesi .





