Oknum Penyidik Polsek Manggala Diduga Tidak Profesional Dalam Penanganan Perkara

Klivetvindonesia.com Makassar –  Oknum Penyidik Polsek Manggala, Kota Makassar dinilai tidak profesional dalam penanganan perkara.

 

Hal ini terkait kasus dugaan penganiayaan atau pengeroyokan oknum wartawan saat terjadinya upaya eksekusi paksa lahan samping kanal, Komplek Aditarina, Kelurahan Bitowa pada tanggal 15 Mei 2024 lalu.

 

 

Di mana saat eksekusi lahan tersebut diduga terjadi tindak pidana penganiayaan dan atau pengeroyokan dialami oknum wartawan namun terlapor Ansar selaku ketua RT 5 dan warganya an Bahar mengaku difitnah dan terkesan dijadikan tumbal.

 

Mereka seolah-olah dipaksa mengakui perbuatan itu, sebagaimana diungkapkan Ansar kepada awak media, dikutif Kojam.id, Kamis 07/06/2024.

 

“Kemarin sdh panggilan ketigaku di polsek sama dg bahar, Seolah olah saya dipaksakan mengakui. Kemarin dari jam 2 siang sampai jam 10 malam bru pulangkan” katanya.

 

Menurutnya pada saat kejadian dirinya saat itu sedang bersama wartawan yang lain yang juga ada di lokasi tersebut.

 

Bukan cuma Ansar tapi juga Bahar yang dituduh melakukan pengeroyokan wartawan, sementara mereka berdua tidak mengakui melakukan tindak pidana pengeroyokan yang dituduhkan kepadanya.

 

 

“Itumi kusakit hati , kah difitnahka’.. sampai sampai dg bahar sedihki kemarin diperiksa garagara sakit hati di tuduh,” terangnya.

 

Menurut terlapor Ansar, saat diperiksa katanya dipaksa mengakui karena katanya ada saksi yang melihat memukul dan ada cctv. Namun Ansar minta cctv di buka kalau memang dia memukul, sebab saat kejadian tidak ada di tempat kejadian perkara (tkp) tersebut.

 

“Pernah waktu itu, Waktu pemanggilan keduaku tgl 27 mei. Dia ancam begini. Mengakui pak rt ada cctv dan saksinya dia yang lihat pukul pakai balok balok, terus saya bantah . Coba pak saya mau lihat cctv. Terus dia tdk tanggapi. Dan mengubah pertanyaan nya”

 

“Padahal cctv nya itu . Baru dia dapatkan sekitar tgl 1 dan 2 bln 6 pi” 2024.

 

“Baru dikasihkan lagi undangan panggilan ke 3 tgl 3 dia bawa ke rumah, tgl 5 baru diperiksa di polsek, Penyidik pembantu , Sudirman sirajuddin dan Ridwan/Ridho, Tutupnya.

 

Hal ini ditanggapi salah satu aktivis yang meminta namanya untuk dirahasiakan, Ia menilai Polsek Manggala seakan memaksakan dengan mencari celah untuk menjerat orang yang tidak terlibat dan kini sudah naik ke tahap penyidikan.

 

“kok bisa dalam waktu kurang lebih 2 minggu sudah naik dari penyelidikan ke tingkat penyidikan, padahal saksi-saksi dari pihak terlapor belum dipanggil, apakah saksi hanya boleh dari pihak pelapor saja tidak perlu pertimbangan atau keterangan dari saksi pihak terlapor,” ungkapnya

 

Menurutnya Kinerja Kanit Reskrim Polsek manggala tidak profesional dan buang-buang waktu, karena di TKP ada cctv tinggal memeriksa cctv dan memanggil orang-orang yang terlihat.

 

Lanjut, Pernyataan atau keterangan dari saksi-saksi pihak pelapor jika ada yang tidak sesuai Fakta di lapangan dapat dijerat dengan pidana memberikan keterangan Palsu,” tegasnya.

 

 

 

Tim

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *