Membaik, Sintang Zona Kuning Covid-19

Kliveindonesia.com, SINTANG-Setelah masuk kategori zona orange yang berarti daerah waspada sedang dalam penyebaran pandemi covid-19, data pekan terakhir hingga 1 Desember 2020 kondisi Sintang semakin membaik. Perkembangan penyebaran covid-19 di Kabupaten Sintang membaik, dari zona oranye menjadi zona kuning.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sintang, Kurniawan S Sos Msi, mengungkap Kabupaten Sintang saat ini mengalami perkembangan yang cukup baik dalam penanganan pandemi covid-19. “Intinya dari sebelumnya zona oranye, sekarang menjadi zona kuning per 1 Desember 2020,” kata dia dalam konferensi press (1/12/2020) di Gedung Dinas Inforkom Kabupaten Sintang.

Koordinator bidang komunikasi publik satuan tugas penanganan covid-19 menjelaskan secara komulatif, kasus covid -19 sejak April  sampai dengan Nopember 2020 terdapat jumlah yang dirawat 14 orang yang terdiri 2 orang ruang isolasi khusus dan 12 orang di ruang isolasi mandiri. Jumlah sembuh keseluruhan 345 orang dari total 378 orang terkonfirmasi dengan jumlah yang meninggal 4 orang. “Ada perkembangan baik per tanggal 23 Nopember hingga 30 Nopember, dimana kesembuhan ada 43 orang dan tidak ada kasus meninggal,” tegas Kurniawan.

Kurniawan menambahkan Sintang peringkat kelima dengan skor 2.66 yang berarti membaik menjadi zona kuning dan hanya pontianak yang masih orange.  Ada 8 kecamatan yang ada terkonfirmasi covid 19 dan 6 kecamatan tidak ada kasus covid 19. “Di sintang yang meninggal persentasenya 1.1% dan di Indonesia 3 sampai 4 % dan sembuh  94%,” kata Kurniawan sembari berharap agar dalam kondisi saat ini Sintang yang akan melaksanakan Pilkada warga hendaknya menerapkan protokol kesahatan.

Dia kembali menjelaskan dalam penanganan  kasus covid-19  ada pengobatan curatif terhadap pasien di ruang isolasi covid-19 dan ruang isolasi khusus. Dimana dilakukan  visite oleh dokter, bpjp dokter spesialis, visite setiap hari, pemberian obat sesuai keadaan pasien,berjemur 2 kali sehari, senam 2 kali sehari sebelum berjemur, edukasi pada saat masuk ruangan protokol kesehatan dan orientasi ruangan, edukasi saat pulang tentang protokol kesehatan dirumah, pemeriksaan laboraturium dan rontgen, pemberian obat setiap hari. “Tes swab dilakukan pada hari ke-10 atau ke-11,   dan apabila masih positif hari ke-14 di evaluasi kembali,” tutupnya. (WE)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *