Kltvindonesia,com. Pesawaran- Hujan dengan instensitas yang cukup tinggi dalam waktu akhir-akhir ini menimbulkan dampak lahan Pertanian yang berada disekitar aliran sungai terendam akibat luapan air Sungai, seperti yang terpantau di wilayah desa Kalirejo Kecamatan Negeri Katon, lahan pertanian masyarakat terendam dengan ketingaan bervariasi setinggi 20 sampai 30 Cm, pasca surut akibat rendaman dan aliran air yang meluap tersebut berakibat pada tanaman padi mengalami kerusakan seperti yang terpantau, Rabu (03/04/24).

Koramil 421-02/Gedong Tataan , melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) Peltu Holil Adi S langsung turun ke wilayah binaan melaksanakan pemantauan dan mendata lahan persawahan masyarakat yang rumahnya terdampak luapan dan tergerus air Sungai.
Ditemui dilokasi Peltu Holil beserta Bhabinkamtibmas melaporkan bahwa ada beberapa petak sawah yang terdampak luapan Air Sungai, dan mengalami kerusakan pada tanaman padi yang lumayan luas mengakibatkan padi roboh dan patah pada pohon padi tersebut.
Lebih lanjut diterangkan, Meluapnya aliran Sungai ini akibat curah hujan yang cukup tinggi dalam waktu lama sehingga aliran atau badan sungai yang kecil tidak mampu menampung debit air sungai yang bertambah, sehingga didataran rendah seperti areal persawahan aliran sungai tersebut meluap serta aliran air yang deras menggerus tanaman padi utamanya yang ada di patahan atau belokan sungai,” jelas Peltu Holil.
Dijelaskan juga bahwa sudah menjadi tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Babinsa untuk selalu berada di Tengah masyarakat dalam kondisi apapun juga untuk selalu bisa berikan bantuan atau pertolongan pertama kepada masyarakat binaan yang menjadi tanggung jawab.”paparnya
Dalam pelaksanaan tersebut Babinsa tidak sendiri namun berkolaborasi bersama sama dengan rekan kerja dari kepolisian yaitu Bhabinkamtibmas dan Pemerintah Desa yang terdampak sehingga dengan cepat bisa diambil kesimpulan dan tindakan, guna menghindari kerugian yang lebih besar.





