Takalar |KLTV INDONESIA –klivetvindonesia.com-| Mengatas namakan Aliansi Masyarakat Bontosunggu Bersatu menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Desa Bontosunggu Kecamatan Galesong Utara kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.Selasa, (20/2/2029)
Pemerintahan desa yang diketahui dibawa kepemimpinan Hadija Dg Kebo selaku Kepala Desa Bonto sunggu tidak lepas dari problem terhadap warganya.terkesesan membawa suasana pemerintahan Desa secara otoriter.
Taufik Daeng Mappalewa selaku jenderal lapangan yang mewakili ratusan warga dalam unjuk rasa yang mengatas namakan Aliansi Masyarakat Bonto Sunggu Besatu, dalam orasinya menyampaikan beberapa tuntutan yakni :
1. “Meminta kepala desa memberikan sembako yang terdaftar namanya sebagai penerima 2023”.
2. “Meminta kepada penegak hukum dalam hal ini pihak kejaksaan agar megusut anggaran dana Desa tahun 2023 yang sampai hari ini belum ada LPJ-nya”
3. “Meminta agar kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh suami ibu desa di proses sesuai hukum yang berlaku”
4. “Meminta Pihak pemerintah kecamatan agar mengambil alih pemerintahan desa Bontosunggu karena banyak masyarakat yang tidak mendapatkan pelayanan”
5. “Meminta pemerintah Desa Bontosunggu tampil memberikan jawaban kepada masyarakat atas berbagai persoalan yang terjadi di desa bontosunggu apabila pemerintah desa Bontosunggu tidak sanggup menyelesaikan maka harus mundur dari jabatannya”
Namun Sebelumnya Viral diberitakan di beberapa media Online dengan judul ” Gegara Beda Pilihan Caleg, Kades Bontosunggu Bongkar Paksa Lapak pedagang kaki lima” Kini muncul dugaan Pengelolahan Anggaran Dana Desa tahun 2023 desa Bontosunggu yang diduga tidak transparan,
Dihari yang sama, Kepala Desa Bonto Sunggu Hadija Dg Kebo Yang Dikonfirmasi Media ini untuk dimintai tanggapannya terkait aksi unjuk rasa tersebut menjelaskan bahawa” itu masalah sembako, kemarin ada yang bermasalah namun sudah selesai, selain itu masalah Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) namu kalau LPJ itu Urusan Ispektorat” Ujarnya
Sementara PJ Bupati Takalar, Setiawan Aswad yang dimintai tanggapannya melalui pesan WatshApp terkait unjuk rasa yang berlangsung di depan kantor Desa Bontosunggu kecamatan Galut, menjawab dengan singkat ” Saya sudah minta kepkesbang dan Camat Galut Untuk Menindak Lanjuti Issu yang perlu diatensi” Jelasnya(*)
(FS_D-All)





