Klivetvindonesia.com Sul-Teng – Pasal proyek pembangunan jalan yang dikerjakan oleh perusahaan PT.SAGNA disepanjang kel.mataiwoi pembatas wilayah lingkungan kel.mataiwoi dan Kel.Puosu di duga asal jadi ,Senin (10/7/23).
Mengenai jalan yang menghubungkan jalan antar 2 wilayah di Kelurahan Yang berada di kecamatan Tonggauna, ketika hujan turun aliran air gunung yang membias ke wilayah pemukiman masyarakat menyebabkan kediaman rumah warga ambruk, atas proyek yang di duga asal jadi yang di kerjakan oleh perusahaan PT. Sagna, seharusnya PT.Sagna tersebut membuat saluran atau menyediakan pembuangan air terlebih dahulu ke pemukiman penduduk.
Ketua Persatuan Pewarta warga Indonesia PPWI Kab.Konawe Andi ifitrah yang mendapatkan aduan masyarakat, saat melakukan investigasi melihat bahwa pengerjaan yang di lakukan oleh PT.Sagna amat tidak profesional yang menyebabkan kondisi rumah warga jadi ambruk efek aliran air hujan yang mengalir di permukiman warga.

Masih kata Andi Ifitrah bahwa dia melihat bahwa proyek jalan yang dibangun di depan rumah penduduk ini akan mengakibatkan terjadinya jebakan air dalam volume besar yang tak kunjung mengering di halaman sejumlah warga.
“Terpisah prihal tersebut ada pun keterangan warga yang akrab di sapa pak Cana,menyampaikan bahwa dulu itu aliran air tidak sampai ke depan rumahku, namun semenjak adanya pembangunan jalan dan drainase, air pembuangan sudah sampai disini karena di tutupnya drainase utama,”ujarnya
Masih kata Pak cana mengungkapkan memang ada selokan atau pembuangan yang di buat PT.Sagna namun bapak lihatlah sendiri hasil pembuatannya menutup semua aliran air dari drainase masyarakat kalau hujan turun tertampung air di halamanku baru, dan bau busuk yang di keluarkan genangan air luar biasa serta nyamuk-nyamuk makin banyak di karenakan air yang tertampung atau tergenang,”ucapnya sembari kesal.
Adapun korban lainnya, berinisial Iin Wahyudi menyesalkan hal tersebut dan berpesan kepada pemerintah setempat agar segera menyelesaikan masalah masyarakat, agar masyarakat tidak menderita begitu lama,” tegasnya.
Miris nya genangan air tersebut Andi juga ikut berpendapat, yang mana menurutnya solusi dari masalah tersebut cuman ada dua yakni jalan tersebut dibuatkan saluran pembuangan atau jebakan air tersebut di timbun, katanya.
“Hal tersebut membuat Andi prihal dan khawatir terhadap warga yang ada belum lagi untuk kesehatan terhadap warga yang memiliki anak balita, belum berlalu kekhawatiran dari warga terkait Perlakuan tidak manusiawi oleh perusahaan PT. SAGNA yang mana kediaman warga sempat di timbun oleh PT tersebut,kini permasalahan drainase yang di berikan PT.SAGNA kepada warga.
Adapun warga yang ada di sekitar mengatakan bahwa kekhawatiran yang kami rasakan jika di berikan tanpa solusinya bisa meredakan kekhawatiran kami, maka dari itu warga berharap bahwa PT.SAGANA mampu membuat saluran pembuangan air atau pemerintah kerjasama dengan perusahaan pelaksana setempat untuk mengangkut timbunan dan memperbaiki Drainase,” Pinta warga.
Fajri





