Klivetvindonesia.Com,Sambas-Dengan biaya Rp 10 ribu/orang masyarakat kabupaten sambas sudah bisa melihat ataupun membeli barang yang ditawarkan oleh pengusaha ataupun UMKM di pameran yang ada di kawasan perkantoran Pemda Sambas.
Pekan Raya Sambas menjadi tema untuk acara kuliner nusantara dan berbagai macam cendera mata, Wahana Permainan, hingga pameran OPD Kabupaten Sambas, seperti Dispora, Disperindag, Perpustakaan Daerah Sambas, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, PKK dan Dekranasda, Iwapi.
Berdasarkan keterangan dari BIMA selaku PIC Think Creative
Management menyampaikan,”
Event pameran kuliner yang bertema Pekan Raya Sambas dikelola murni oleh Pihak Swasta (Event Organisir Think Creative Management) berasal dari Singkawang atas permintaan pemerintah kabupaten Sambas,”kata Bima, Sabtu Malam( 2/12/2022).
Bima menambahkan, bahwa Pencentakan tiket masuk dilakukan oleh “Think Creative Management” Sendiri, di verifikasi oleh Badan Keuangan
Daerah( BAKEUDA) Kabupaten Sambas. pengunjung dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp. 10.000 ( Sepuluh Ribu Rupiah)/ orang.

Penyelenggara menyediakan Space Untuk UMKM, dengan harga sewa mulai dari Rp. 1.750.000 ( satu juta tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) hingga Rp. 2. 250.000 ( dua juta dua ratus lima puluh ribu rupiah)/ 8 hari. Untuk wahana Permainan sistem nya bagi hasil.
Pengunjung diperkirakan setiap hari nya lebih dari dua ribu orang dan setiap hari kita melakukan penyetoran potongan tiket yang terjual kepada Pihak Bakeuda dan nanti di akhir Event Pekan Raya Sambas baru kite melakukan penyetoran Uang Pajak kepada Bakeuda dengan persentase 10% s/d 15 %,”Jelasnya.
“Diwaktu berbeda USMAN warga kabupaten Sambas menceritakan kepada Tim media ini,” Masyarakat sebenarnya banyak yang menyayangkan adanya biaya untuk masuk kelokasi pameran yang diadakan dikawasan perkantoran yang sebenarnya juga milik masyarakat kabupaten Sambas sehingga terkesan dijadikan bisnis.
Tidak dipungkiri pembangunan kawasan itukan memakai dana negara, lalu diadakan sejenis hiburan atas permintaan Pemda Sambas yang biaya masuk ditetapkan dengan alasan 10 % untuk pendapatan daerah, saya rasa inilah trik usaha yang menjanjikan dengan memakai fasilitas negara,”tutupnya.
(Tim/sudarsono)





