Klivetvindonesia,com. Pesawaran – Pertemuan lintas sektor pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dilaksanakan di balai Desa Cipadang kecamatan Gedong Tataan kabupaten Pesawaran, pertemuan dimaksud guna memberi edukasi kepada masyarakat guna mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga. Kamis (27/10/2022)
Turut hadir dalam kesempatan itu antara lain bapak Drs syukur.MM. ( camat gedung tataan). Bapak Sugianto (kades cipadang), Bapak Toni fisen (Direktur LPHPA propinsi Lampung), ibu Maysuri SE.MM. (kadis P3AP2KB pesawaran), Bapak Haryana Ramdani (Staf ahli madya provinsi Lampung), Pelda Usman ( Babinsa desa cipadang), bapak Iskandar ( ketua BPD desa cipadang).
Pada Sambutan sekaligus penyuluhan dari Direktur LPHPA (Bapak Toni fasen) mengatakan ibu-ibu jangan takut membuat pengaduan apabila terjadi kekerasan dalam rumah tangga serta jangan malu serta dianggap sebagai aib keluarga, selanjutnya toni menjelaskan kita sebagai orang tua harus senantiasa waspada dengan maraknya kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh orang – orang terdekat kita, sebisa mungkin kita memberi pengertian pada anak – anak kita agar tidak terlalu percaya dengan orang lain bahkan orang dekat sekalipun, selalu bercerita dan dekat kepada anak agar anak tidak takut mengadu kepada kita selaku orang tua, kemudian adakan konsultasi kepad aparat terkait apabila ada permasalahan menyagkut hal tersebut baik ke Kades, Babinkantibmas,dan Babinsa guna dilaksanakan rembuk desa, bila memang permasalahan tersebut masih bisa diselesaikan di desa, kemudian bapak toni menambahkan perempuan dan anak – anak semua dilindungi hukum tentang kekerasan tersebut fahami dan dimengerti UU perlindungan perempuan dan anak UU 23 THN 2004, Tutup Bapak Toni Fasen.
Sementara Pelda Usman (Babinsa Ramil 421-02/Gdt) menyampaikan supaya tidak terjadi kekerasan kepada perempuan dan anak kendaknya kita bisa saling memahami kodrat masing-masing, dimana kita sebagai laki-laki seharusnya melindungi dan memberi pengayoman kepada mereka, hindari emosional yang berlebih sehingga lepas kontrol dan dapat menyebabkan kekerasan tersebut, selalu mendekatkan diri dan mempertebal keimanan serta selalu mengedepankan penyelesaian masalah secara persuasif, “pungkas Pelda Usman.
Didy/Rls





