Partus Dengan Bantuan Dukun Masih Terjadi di Wilayah Kerja Puskesmas Mamba

klivetvindonesia.com,Matim-Proses melahirkan secara tradisional atau tanpa melibatkan bantuan tenaga medis kerap terjadi di Wilayah Puskesmas Mamba, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Flores-Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Tata Usaha,(KTU) UPTD Puskesmas Mamba, Stefanus Derosari dalam kegiatan Musrenbangdes tahun 2021 Desa Paan Waru pada Sabtu, (28/11/2020). Menurutnya, Proses persalinan dirumah dengan bantuan tenaga dukun masih sering terjadi di wilayah Puksesmas Mamba.

Bacaan Lainnya

“Di Desa Paan Waru, proses melahirkan secara tradisional atau tanpa bantuan tenaga medis masih sering terjadi. Masyarakat lebih memilih persalinan di rumah ditolong oleh dukun dari pada oleh tenaga medis”,jelasnya.

Ket: Petugas Kesehatan, Stefanus Derosari saat menyampaikan tentang masalah Kesehatan diwilayah Puskesmas Mamba,(Foto: Nandik Ferdinand)

Stefanus mengungkapkan, Wilayah Puskesmas Mamba proses persalinan di rumah yang melibatkan bantuan dukun masih sangat tinggi.

Selain itu, lanjutnya, rendahnya kunjungan ibu hamil, (Bumil) di fasilitas kesehatan masih juga sering terjadi. Melalui Forum Musrenbangdes ini, kami dari pihak kesehatan Puskesmas Mamba harus menyampaikan ini.

Ende dan Ema,(Bapak dan Ibu) yang hadir dalam forum ini, tolong gunakan fasilitas kesehatan untuk pelayanan kesehatan”, pintanya.

Dia menambahkan, kesehatan merupakan kunci utama dalam kehidupan manusia. Fasilitas Kesehatan serta tenaga medis yang ada di wilayah Mamba hadir untuk melayani kesehatan bapak dan ibu sekalian.

“Fasilitas kesehatan yang ada di wilayah Puskesmas Mamba, diharapkan semakin mudah untuk masyarakat memenuhi kebutuhan akan kesehatannya”, tutupnya.

Menanggapai hal itu, Kapolsub Sektor Elar Selatan, IPTU Petrus Amir meminta masyarakat diwilayah itu untuk gunakan fasilitas kesehatan dalam memenuhi akan kesehatannya.

“Saya tidak boleh dengar lagi ada masyarakat yang melakukan persalinan dirumah yang melibatkan bantuan dukun. Apabila saya dengar, saya akan tindak tegas”, ujarnya.

Dikatakan AIPTU Petrus, kesepakatan Rapat Koordinasi Lintas Sektor,(Linsek) itu jelas, bawah masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan kesehatan harus gunakan fasilitas kesehatan oleh tenaga medis.

“Kesepakatan Rapat Lintas Sektor dibeberapa Puskesmas melibatkan kami selaku pihak keamanan. Untuk itu, saya tegaskan yang berkaitan dengan masalah kesehatan harus gunakan fasilitas kesehatan dan tenaga medis”, jelasnya.

Dia menambahkan, kalau hal ini masih terjadi, saya akan panggil suami yang tidak bertanggung jawab atas kesehatan baik istrinya maupun anak-anaknya.

“Untuk pelayanan kesehatan, suami harus mendampingi istri. Begitu juga kesehatan anak-anak, harus didampingi oleh orang tuanya. Tidak boleh ada istri atau anak yang dititip ke orang lain saat melayani kebutuhan kesehatannya baik di Posyandu maupun di Puskesmas”, tegasnya.

Dikatakan Petrus, Apabila hal ini masih terjadi, saya akan panggil orang tua yang tidak bertanggung jawab itu.

“Saya akan tindak tegas orang tua yang tidak bertanggung jawab terhadap keluarganya”, pungkasnya.

Nandik Ferdinand

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *