SULSEL_KLTV INDONESIA
-FRANS KATO –
–klivetvindonesia.com— MENULIS itu sepertinya muda tapi tiba giliran disuruh guru mengarang tentang sebuah topik karangan maka akan mengalami kesulitan bagi pemula karena tak tahu mulai dari mana ia mulai menulis . Oleh karena itu perlu belajar dan butuh proses untuk menjadi penulis yang baik dan benar .
Keterkaitan dengan hal tersebut mulai tingkat SMP sampai SMA /SMK perlu dididik siswa tentang pengetahuan menulis sehingga kelak dikemudian hari ditugaskan membuat laporan atau artikel lainnya ,siswa dapat melaksanakan hal tersebut dengan baik .
Supaya dapat mengarang dengan baik perlu tersedia bahan – bahan yang akan diperlukan. Namun yang harus diingati sebelum siswa disuruh praktek menulis ,guru harus memberi penjelasan tentang kerangka tema yang akan di bahaskan oleh siswa. Kerangka tema itu merupakan bagian dari beberapa alinea yang memuat beberapa sub tema yang akan dibahaskan . Antara alinea yang satu dengan yang lain harus ada hubungan korensik atau hubungan sebab akibat sehingga tidak membingungkan pembaca dalam membaca tulisan tersebut ,lebih dari itu untuk melancarkan aluran jalan ceritera.
Dalam pelaksanaan praktek bagi pemula akan menemui berbagai hambatan dimana mereka tidak tahu dari mana akan mulai menulis. Mereka juga tidak tahu merangkai kata – kata dan membahaskan tema yang ditugaskan . Kondisi yang demikian dibutuhkan kehadiran guru untuk memberi penjelasan terhadap kendala yang siswa hadapi . Hal itu ,jika terus menerus diberi pelatihan menulis dan ada kemauan yang keras dari siswa untuk belajar ,saya yakin cepat atau lambat kesulitan yang dihadapi tersebut dapat diatasi . Dan yang terpentingnya guru juga harus mempunyai tanggung jawab moril mendidik siswa tersebut selama belum berhasil .
Namun, ada hal lain yang ada keterkaitan dengan belajar menulis ,yakni diperlukan dasar pengetahuan bahasa Indonesia yang memadai berdasarkan ejaan yang berlaku. Bila sudah tertanam dan terbentuk kemampuan itu, siswa akan mampu kelak menjadi mahasiswa yang berhasil dan berbahagia.
Motivasi
Ada cara yang kita lakukan terhadap siswa agar mereka lebih serius terhadap dunia tulis menulis antara lain kita memperdayakan Majalah Dinding ( mading) yang ada di sekolah . Mading ini akan lebih terbuka mengemukan unek – unek ,siswa yang selama ini mungkin tertutup . Melalui tulisannya siswa dapat mencurahkan segala isi hatinya, baik melalui tulisan yang berupa Ceritera Pendek (cerpen) , Puisi, Curha Hati , Karikatur , Humor tersebut di seleksi secara obyektif dan yang dinilai baik di pajang di Majalah Dinding . Keadaan tersebut mereka akan merasa bangga menyusul tulisannmereka dipajang . Guru juga membuat tulisan dan kemudian dipajang di Majalah Dinding (mading), dengan demikian tidak secara langsung kita mengajakan siswa untuk mengikuti cara menulis yang baik dan benar yang dilakukan oleh seorang guru.
Selain itu ada cara lain yang kita lakukan supaya siswa suka dengan dunia tulis menulis yakni siswa disuruh membuat kliping yang digunting dari surat kabar , Majalah atau sumber lainnya , kemudian disuruh buat buku dari kumpulan keliping yang sejenisnya . Namun , yang perlu kita ketahui tulisan dari buku keliping itu, nilai aktualnya sudah tidak ada terkecuali langsung dari nara sumbernya . Buku itu, kata pengantar dan kesimpulannya dibuat oleh siswa sendiri . Dengan demikian, jika hal itu serius dilakukan oleh guru yang berkompeten dibidangnya saya yakin siswa akan suka dengan dunia tulis menulis.
Budaya
Dari sudut kultur, budaya kita tidak terbiasa dengan budaya tulis dan lebih condong pada budaya bicara ,maka tiba giliran urusan yang berkaitan dengan tulis menulis kita akan mengalami kesulitan . Di lain pihak permasalahan yang paling mendasar dan dianggap tradisi menulis masih lemah di kalangan siswa karena dipicu oleh beberapa hal antara lain masih banyak yang beranggapan bahwa ilmu eksakta seperti bahasa , sosial dan lain – lain . Akibat dari hal itu , siswa lebih suka belajar rumus – rumus matematika , fisika. Dibandingkan corat – coret membuat sebuah tulisan yang belum tentu hasilnya . Tapi dewasa ini tulis menulis tidak lagi dilihat sebelah mata karena orang yang memiliki keterampilan menulis dapat menghidupkan keluarganya hanya dari keterampilan menulis. Oleh karena itu saya mengajak kepada siswa untuk jangan putus asa belajar soal menulis .
FRANS KATO -REDAKTUR SULSEL KLTV INDONESIA





