Diduga Sapi Sakit Masuk Kalbar, Dimana Karantina ???

klivetvindonesia.com Pontianak – Diduga sapi sakit masuk di Kalimantan Barat, Pasalnya Sebanyak 640 ekor sapi, 91 ekor kambing dan 14 ekor domba dari pulau Madura yang diangkut dengan menggunakan kapal tiba di Instalasi Karantina Hewan dan Karantina Tumbuhan BKP I Pontianak, Kubu Raya, Kalimantan Barat pada, Rabu malam (23/3/2022).

Dari pantauan awak media dilapangan, pada Rabu malam (23/3/2022) sekitar pukul 21.00 Wib, sapi- sapi tersebut langsung diturunkan dari kapal tanpa dilakukan sterilisasi penyemprotan dari kemungkinan adanya parasit yang menempel pada tubuh sapi.

“Terlihat sapi- sapi tersebut langsung dimasukan kedalam kandang, serta ada juga yang langsung dinaikan kedalam mobil bak terbuka. Bahkan dari pantaun awak media saat itu, ada satu ekor sapi yang terlihat kondisinya seperti kurang sehat dan terbaring lemah.

Menurut Sub Koordinator Karantina Hewan Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Pontianak, drh Ahmad Nasiruddin Amar mengatakan, penyemprotan sapi yang datang sifatnyan wajib, karena sifatnya untuk mencegah penularan penyakit.

“Namun karena informasi kedatangan kapal mendadak dan saat itu dipelabuhan sedang sibuk, banyak kapal-kapal yang masuk, sehingga tidak sempat dilakukan penyemprotan pada saat itu.

Hal tersebut perlu dikonfirmasi dengan Satgas Pangan apakah sudah mengetahui hal tersebut karna apabila dugaan benar adanya akan membahayakan kesehatan konsumen

Menurutnya hewan hewan tersebut telah memiliki surat surat. Namun sayangnya dia tak mau menunjukkan surat suratnya.

Awak media mencoba melakukan investigasi kelapangan melihat langsung kejanggalan ,ketika menurunkan sapi dari luar Kalbar itu.

Diduga Sapi yang diturunkan dari kapal tidak dilakukan penyemorotan obat anti bakteri disinfektan seperti biasanya.

Ketika hal ini di tanyakan kembali kepada Achmad Nasiruddin, di akuinya tidak semua sapi yang masuk tersebut dilakukan penyemprotan disinfektan. ” Hanya 50 persenlah dilakukan penyemprotan disinfektan”, akunya.

Dia juga membenarkan bila sapi yang turun dari kapal tidak dilakukan penyemprotan disinfektan sudah menyalahi prosedur karantina hewan.

Selain itu dilakukan uji lab. “Diambil sampel darah dari lehernya. Dalam sehari akan diketahui hasilnya”, ungkap Ahmad Nasiruddin.

Ahmad mengatakan sapi sapi yang masuk ke Kalbar antara lain berasal dari pulau Jawa, NTT, Bali dan Kupang.
Dan yang datang malam ini sapi dari Madura.
Sementara itu menurutnya temuan penyakit yang sering ada pada sapi antara lain cacar sapi (Lumpy Skine Disease) dan brucelosis (keguguran hamil muda).

Dia mengatakan jumlah sapi yang masuk ke Kalbar tadi malam sebanyak 640 ekor, kambing 91 ekor dan domba 15 ekor. “Kalau ada temuan hewan yang masuk ke Kalbar, positif membawa penyakit, maka akan kami rujukan ke Banjar Baru Kalsel. Dan akan dipotong bersyarat yaitu jeroannya tidak boleh dikonsumsi”, ungkapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *