klivetvindonesia.com TALIABU – Puluhan warga penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) Desa Onemay, Kecamatan Taliabu Barat Laut, Kabupaten Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara (Malut), menuntut (BLT DD) yang belum dicairkan selama 3 bulan
Mereka merupakan warga yang tereliminasi dari daftar penerima BLT DD, lantaran belum di vaksin.
Terdiri dari para ibu rumah tangga (IRT) dan kepala keluarga mendatangi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Taliabu, meminta penjelasan terkait kebijakan tersebut.
Koordinator Lapangan (Korlap), Ali Haeri mengungkapkan, ada 22 orang yang dipangkas dari daftar penerima BLT DD tahun 2022.
Ia mengatakan, mereka belum menerima BLT tahap 1 sebanyak 3 bulan, mulai Januari hingga Maret 2022. Selain itu, terdapat 1 dan 2 bulan warga yang juga belum menerima dana tersebut di tahun 2021 kemarin.
“Sekarang sudah ada yang ganti posisi kami untuk terima BLT. Mau diganti semua kami akui, kami terima lalu diganti, tetapi harus keseluruhan,” ungkap Ali saat diwawancarai klivetvindonesia.com, Senin (21/3/2022).
Ali menyayangkan, kebijakan pemerintah desa onemai terkait penerima BLT DD berdasarkan data vaksin, diduga adanya tebang pilih dari pihak Pemdes setempat.
“Awalnya harus vaksin, sementara kemarin pembagian yang belum vaksin sudah diberikan (terima),” ujarnya.
Selain itu, warga penerima BLT lainnya yakni Rukiani Papalia, membenarkan hal itu. Kata dia, mereka hanya mempertanyakan haknya yang belum disalurkan.
“Artinya kita menuntut hak, saya punya ada tiga bulan belum cair tahun 2022 ini,” ucap Rukiani.
Terpisah, Kepala Desa (Kades) Onemay, Abdul Gani menjelaskan, vaksinasi merupakan pertimbangan regulasi yang perlu diterapkan dalam penyaluran BLT DD 2022.
Ia mengatakan, keputusan ini berdasarkan inisiatif Pemdes bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), agar penerima BLT perlu diganti dengan yang lainnya.
“Nah, mereka yang tuntut istilahnya mereka yang tereliminasi atau tidak dapat lagi, karena masih banyak warga yang butuh (BLT),” jelas Abdul, saat dikonfirmasi klivetvindonesia.com, via telepon seluler.
Ia memaparkan, persentase yang diatur regulasi untuk penerima BLT DD sebesar 40 persen. Karena itu, jumlah penerima bertambah dari 114 menjadi 120 orang.
Meski begitu, Kades mengaku masih ada 22 penerima BLT DD yang diberhentikn, termasuk belum menyalurkan BLT para penerima tersebut lantaran belum divaksin.
“Iya, kita eliminasi 22 orang dan ada yang belum kami berikan BLT-Nya karena belum vaksin. Tetapi kami masih pegang dananya dan akan salurkan ketika mereka sudah vaksin nanti,” tukasnya.
Penulis : Mardin





