Air Bersih Bontoa Jadi Sorotan, Bupati Maros Ungkap Target dan Langkah Penyelesaiannya

MINAT PASANG IKLAN DITULISAN INI SEGARA HUBUNGI TEAM MARKETING 🤗🤗🤗 Deskripsi gambar untuk SEO

*

*

 

MAROS — Persoalan ketersediaan air bersih kembali menjadi perhatian masyarakat Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros. Aspirasi tersebut mengemuka dalam forum “Caccarita/Tudang Sipulung Rakyat Bontoa: Air, Apa Kabar?” yang digelar di pelataran Kantor Camat Bontoa, Rabu (30/9/2026).

Forum tersebut mempertemukan Pemerintah Kabupaten Maros, DPRD Kabupaten Maros, jajaran PDAM Maros, anggota DPRD daerah pemilihan (Dapil) 2, tokoh pemuda, serta berbagai elemen masyarakat.

Diskusi berlangsung terbuka. Masyarakat menyampaikan keresahan sekaligus harapan agar persoalan air bersih yang selama ini menjadi kebutuhan mendasar dapat memperoleh solusi yang terukur dan berkelanjutan.

Bupati Maros Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H., didampingi Wakil Bupati Maros, Ketua DPRD Kabupaten Maros dan sejumlah anggota DPRD, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memahami kebutuhan masyarakat Bontoa terhadap layanan air bersih.

 

Menurut Chaidir Syam, forum tersebut menjadi ruang untuk mendengar langsung masukan masyarakat sekaligus membahas langkah penyelesaian yang dapat dilakukan pemerintah bersama DPRD dan pihak terkait.

 

“Harapan masyarakat Bontoa untuk menikmati air bersih menjadi perhatian kita. Malam ini kami hadir untuk menjelaskan solusi-solusi yang bisa kita lakukan. Diskusinya sangat baik, ada masukan dari masyarakat dan ada komitmen bersama untuk menuntaskan persoalan air bersih di Kecamatan Bontoa,” ujar Chaidir Syam.

 

Target Penyelesaian Hingga 2029

Dalam forum tersebut, Bupati Maros mengungkapkan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen untuk menyelesaikan persoalan air bersih secara bertahap sebelum berakhirnya masa jabatan bersama Wakil Bupati.

 

Ia menyebut penyelesaian tersebut membutuhkan perencanaan, dukungan anggaran, serta tahapan pembangunan infrastruktur yang tidak dapat dilakukan sekaligus.

 

Salah satu persoalan utama yang disebut menjadi kendala adalah keterbatasan kapasitas sumber air baku dari IPA Bantimurung.

 

Saat ini, kapasitas yang tersedia disebut sekitar 120 liter per detik. Kapasitas tersebut belum mampu memenuhi kebutuhan secara maksimal, terutama karena distribusinya juga mencakup sejumlah wilayah lainnya.

 

Karena itu, salah satu solusi yang disiapkan adalah meningkatkan kapasitas atau uprating dari sekitar 120 liter per detik menjadi 200 liter per detik.

 

Perda Penyertaan Modal Jadi Salah Satu Kunci

Selain pembangunan dan peningkatan kapasitas infrastruktur, pemerintah daerah bersama DPRD Maros juga membahas aspek regulasi dan pembiayaan.

 

Bupati menyampaikan bahwa Peraturan Daerah (Perda) tentang penyertaan modal untuk PDAM ditargetkan dapat dituntaskan pada akhir 2026.

 

Setelah itu, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan penyesuaian perencanaan anggaran untuk mendukung peningkatan kapasitas sistem penyediaan air bersih.

 

Tahapan berikutnya diarahkan pada pelaksanaan uprating IPA Bantimurung dan pembangunan jaringan perpipaan secara bertahap hingga 2029.

 

“Insyaallah perdanya akan dituntaskan. Kemudian tahun depan kita evaluasi kembali perencanaan untuk uprating. Mudah-mudahan pada perubahan anggaran ada penganggaran untuk penuntasan uprating, dan pada 2028 kita bisa menyelesaikan uprating IPA Bantimurung,” jelasnya.

 

Masyarakat Minta Komitmen Tidak Berhenti di Forum

Di sisi lain, muncul pula tanggapan kritis dari kalangan pemuda dan masyarakat yang mempertanyakan kepastian realisasi program tersebut.

Bagi masyarakat, persoalan air bersih bukan sekadar wacana pembangunan, tetapi menyangkut kebutuhan dasar sehari-hari. Karena itu, komitmen pemerintah diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program yang memiliki jadwal, pembiayaan dan indikator penyelesaian yang jelas.

 

Menanggapi dinamika tersebut, Bupati Maros mengatakan perbedaan pendapat dalam forum merupakan bagian dari proses dialog masyarakat.

 

Ia menyatakan pemerintah tetap membuka ruang komunikasi dan berharap seluruh pihak dapat mengawal proses penyelesaian secara bersama-sama.

Persoalan air bersih Bontoa kini memasuki tahap yang dinantikan masyarakat: sejauh mana komitmen, perencanaan, regulasi dan anggaran tersebut benar-benar mampu diwujudkan menjadi aliran air yang sampai ke rumah-rumah warga?

 

Jawaban atas pertanyaan itu akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan tahapan yang telah disampaikan pemerintah daerah hingga 2029.

Deskripsi gambar untuk SEO DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
dokter spesialis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *