Abrasi Pantai Menjadi Sebab Utama Amruknya Rumah Warga

klivetvindonesia.com Kubu Raya – Abrasi Pantai yang menjadi sebab utama Ambruk’nya beberapa rumah pada tahun lalu di desa kuala karang – kecamatan teluk pak kedai – kabupaten kubu raya di sebabkan abrasi pantai yang sudah sangat memprihatinkan bagi kalangan masyarakat maupun pemerintah desa, mereka berharap kepada pemerintah daerah agar lebih cepat tanggap dalam penanggulangan abrasi tersebut.

Mengingat abrasi tersebut sudah memakan lahan pesisir pantai hingga mencapai 1500 meter dan bahkan sudah banyak pemakaman serta rumah penduduk yang hilang dan rusak di terjang ombak. Namun hingga saat ini belum adanya penanganan serius dari pemerintah daerah maupun pusat membuat masyarakat serta pemerintah desa bertanya tanya akan keseriusan pemerintah daerah kabupaten maupun provinsi.

Ibrahim selaku kepala desa kuala karang saat di wawancarai awak media ini beberapa waktu lalu ia mengatakan” Saya selaku kepala Desa Kuala Karang, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya dimana terkait masalah abrasi pantai ini pemerintah pernah menganggarkan pada tahun 2018 lalu, untuk desain itu kurang lebih 800 jutaan, tapi sampai detik sekarang ini tidak terealisasi, padahal dalam RAB desain yang di buat dari konsultan itu panjang pantai itu 8000 lebih meter, kemudian di anggarkan 646 M, tapi sampai detik sekarang ini masalah abrasi pantai tidak ada terealisasi” ujarnya

Beberapa kali kami ke dinas Balai PU Kalimantan I mungkin sudah yang ke 3 kalinya camat teluk pak kedai ke balai dinas PU Kalimantan I untuk menanyakan abrasi pantai khususnya untuk desa kuala karang, namun jawaban dari dinas bahwa itu anggaran nya masih belum turun. Tau-tau rupanya tahun 2022 ini bukan di desa saya yang di prioritaskan yang sudah di desain kemaren, tapi adalah desa pemangkat.

Sangat saya sayangkan sekali karena saya selaku kepala desa kenapa kemaren di desain oleh pemerintah, berarti di pantai kami itu memang agak parah karena berhadapan langsung dengan laut cina selatan, dari tahun 1972 sampai sekarang tahun 2021 sampai 2022 ini sudah 1500 meter abrasinya masuk kedalam, Baru-baru ini terjadi lagi bencana abrasi pantai dan itu lah yang sangat saya kesalkan, kenapa…? terutama dari pihak pemprov provinsi kalimantan barat seakan-akan tidak memperhatikan untuk desa saya, padahal saya sama juga warga, rakyat yang sangat membutuhkan” Terangnya

Lebih lanjut Ta’im sapaan akrabnya ia mengatakan” Saya yakin lagi, kalau 10 tahun kedepan desa saya sudah tidak ada lagi hanya tinggal nama saja kalau tidak cepat-cepat di tanggulangi oleh pemerintah,khususnya pemerintah provinsi Kalimantan Barat.

Pada umumnya, saya terserah pejabat mau nilai saya baik, mau menilai saya jahat pun saya terima” jangan mau Pilkada, mau Pileg mau caleg datang ke desa saya berduyun-duyun setelah itu tidak ada lagi datang ke desa saya, terutama dengan wakil rakyat yang duduk di DPRD Provinsi Kalbar, sampai sekarang tidak ada perhatian,nya, kalau tidak di tanggulangi masalah abrasi saya yakin 10 tahun kedepan desa saya sudah tidak ada lagi”

” Beberapa waktu lalu ada dari kementrian ATR datang ke desa saya mengatakan desa ini berdiri 1901 ini berarti sebelum indonesia ada, desa kuala karang sudah ada, jadi harapan beliau juga wamen mentri supaya pemerintah berilah pérhatian terutama masalah abrasi pantai” ujar ta’im

IRFAN TIAGO USMAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *