Kades Punggur Besar Ubah Pelepah Pinang Menjadi Ini

klivetvindonesia.com Kubu Raya – Punggur Besar merupakan salah satu wilayah desa yang berada di wilayah kecamatan sui kakap kabupaten kubu raya. Di mana penduduk desa punggur besar itu sendiri masyarakat nya adalah pertanian dan perkebunan. Dengan luas wilayahnya lebih kurang 6.650 (enam ribu enam ratus lima puluh) hektar dan jumlah penduduk lebih kurang 9.436 (sembilan ribu empat ratus tiga puluh enam) jiwa, yang meliputi Dusun Karya Bhakti, Dusun Beringin, Dusun Pembangunan, Dusun Kasih dan Dusun Perintis.

Kades Punggur Besar Bapak Anwar saat di wawancarai awak media ini mengatakan” Desa punggur besar ini masyarakat nya memang mandiri, karena kita tidak ada perusahaan – perusahaan dan pengolahan – pengolahan disini, sehingga tidak ada yang bisa kita dapatkan, melalui ini kami harus berupaya bagaimana mendapatkan penghasilan secara mandiri”.

Jadi dengan adanya hasil alam Punggur besar yang melimpah kami mencoba berinovasi dengan memanfaatkan lingkungan alam yang ada di sekitar, dengan pelepah pinang yang hampir satu tahun ini sudah mulai kami produksi menjadi wadah pembungkus makanan, mulai dari piring kecil dan besar, dan kita juga sedang membuat cetakan untuk membuat segala macam, dan kita akan memanfaatkan sumber daya alam yang ada, apalagi ini awal tahun 2020 semuanya serba keterbatasan, pergerakan kita dibatasi dan juga semua barang-barang hari ini melonjak tinggi” Katanya

Memang dari segi ekonomi dan pendapatan masyarakat kita agak begitu sulit, jadi dengan adanya sumber daya alam, kita manfaatkan untuk menjadi suatu penghasilan yang baru bagi kita”. Dan untuk mesin’nya di tahun 2021 kita anggarkan melalui dana desa, dan akan kita serahkan kepada BUMDES untuk pengelolaan produksinya, dan kita juga ada mesin produksi nya yang akan kita serahkan kepada UMKM yang di mana mereka mau memproduksi, dan kemarin kita anggarkan hampir 100 juta rupiah untuk pembuatan mesin nya”

Untuk proses kepengawasan kita sudah susun perancanaan’nya bersama BPD musyawarah desa dan juga akan di awasi inspektorat dan pihak pemdes, terkait semua pengawasan anggaran yang ada, dan untuk kontribusi kedesa kita tidak ada semua kita serahkan ke BUMDES mereka mengelola serta mengatur manajemen nya untuk pemberdayaan masyarakat, sehingga masyarakat bisa menerima hasil nya” terangnya

Ketika di tanyai terkait ide, ia mengatakan bahwa ide ia sendiri dan sudah merencanakan nya kurang lebih 10 tahun. Dan dari hasil mesin percetakan nya dalam perhari kurang lebih 200 piring dan tenaga kerjanya di karenakan kita masih dalam tahap pemula kita memerlukan hanya 2 atau 3 orang, dan untuk finishing nya itu ibu -ibu yang akan mengatur dalam kegiatan ini.”

Untuk sisa potongan saat ini kita belum bisa manfaatkan, rencana nya kita akan bekerja sama dengan pihak fakultas bagaimana caranya limbah sisa ini kita bisa olah menjadi organik dan itu perencanaan nya sehingga pelepah ini tidak ada sisa sama sekali, dari satu pelepahnya pinang itu sendiri bisa menciptakan 2 buah piring ukuran besar dan 3 sampai 4 piring ukuran kecil, karena pelepah pinang itu sendiri berbeda beda ukuran nya, dan perlu di ketahui untuk cetakan piring besar ataupun piring kecil itu masing masing memiliki cetakan nya sendiri dan untuk mangkuk juga cetakan tersendiri karena pada saat ini kita hanya memiliki satu mesin dan untuk waktu percetakan dalam satu unit piring satu setengah menit dengan suhu 150 derajat”

Dengan harga jual dari kita dalam satu lusin untuk ukuran besar 20 ribu dan untuk ketahanan nya efektif nya hanya sekali pakai namun kita juga pernah mencoba pakai ulang dengan kata lain tidak boleh terkandung air walaupun kita makan dengan makanan berkuah yang penting kita cepat mencucinya kalau kita bisa menjaga kondisi nya selalu kering itu bisa bertahan hingga tujuh bulan dan itu masih dalam keadaan aman. Dan untuk penjualan nya pada saat ini kita belum masuk ke market dikarenakan kita takut tidak terkendali dengan pemesanan, sedangkan untuk pemesanan pada saat ini yang hanya melalui dari mulut ke mulut itu sudah banyak, jadi kalau kita sudah ada persiapan 4 atau 5 unit mesin mungkin kita sudah berani masuk ke market” Jelasnya

Selain dari program ini kita juga mempunyai inovasi APM ( anjungan pelayanan mandiri ) dengan kata lain kurang lebih seperti ATM. Jadi masyarakat yang berurusan cukup dengan scan KTP saja dan langsung masuk ke website nya mereka membutuhkan surat apa dan kurang lebih dari 2/3 menit kita sudah mengkonfirmasi dan surat langsung keluar”

” Harapan saya kita semua berkomitmen dan itu sudah saya sampaikan pada saat launching untuk mengganti sinofon kotak plastik dengan produk yang ramah lingkungan dan aman buat kesehatan, kita berharap dari pihak pemerintah juga merespon apa yang menjadi produk inovatif yang sudah kita lakukan, support merekalah yang kita harapkan, karena kalau kita berbicara market atau pasar itu ada keterbatasan nya, tapi dengan suara yang sudah kita sampaikan melalui corong ² pemerintah terkait dengan ramah lingkungan, konsep kita ini ialah kembali ke alam dengan sejuta keramahan. Selain itu dengan pelepah pinang ini ada nilai ekonomi dimana dahulu nya pelepah pinang itu menjadi limbah dikebun” tutupnya

IRFAN TIAGO USMAN

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *