POHUWATO — Kepengurusan Dewan Pengawas Daerah (DPD) Tani Merdeka Indonesia (TMI) Kabupaten Pohuwato periode 2026–2031 resmi dikukuhkan dan dilantik dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Milalude, Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Kamis (20/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi TMI Pohuwato dalam memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat petani di Kabupaten Pohuwato.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir, Ketua DPW TMI Rian Uno, Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga, sejumlah camat, pimpinan BSG Marisa, perwakilan PT Loka Indah Lestari (LIL), perwakilan Kodim 1313 Pohuwato, Danramil, serta Danposal TNI AL.
Dalam sambutannya, Ketua DPD TMI Pohuwato Abdul Hamid Sukoli menyoroti sejumlah persoalan yang masih dihadapi masyarakat petani di berbagai wilayah Kabupaten Pohuwato.
Menurut Abdul Hamid, persoalan tersebut terjadi di sejumlah kawasan, mulai dari Paguat hingga Popayato. Kondisi di lapangan, kata dia, bahkan membuat sebagian petani mengalami kesulitan melakukan penanaman dan menghadapi potensi gagal panen.
Ia berharap kehadiran TMI dapat mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat petani dengan pemerintah maupun pemangku kepentingan lainnya.
“Organisasi ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi petani untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan, sehingga dapat dicarikan solusi secara bersama-sama,” demikian inti harapan yang disampaikan dalam sambutannya.
Dirangkaikan Penyerahan Alsintan
Rangkaian pelantikan pengurus DPD TMI Pohuwato juga diisi dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Pohuwato Saipul A. Mbuinga dan disaksikan Ketua Umum DPN TMI Don Muzakir.
Penyerahan alsintan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kelompok tani, khususnya dalam mendukung proses pengolahan lahan, meningkatkan produktivitas, serta membuat kegiatan pertanian menjadi lebih efektif dan efisien.
Bantuan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas petani dalam menghadapi berbagai tantangan sektor pertanian yang berkembang di daerah.
Tantangan Besar Menanti TMI Pohuwato
Dengan dikukuhkannya kepengurusan baru untuk periode 2026–2031, TMI Pohuwato kini memiliki tanggung jawab untuk membuktikan eksistensi organisasi melalui kerja nyata dan keberpihakan terhadap kepentingan petani.
Berbagai persoalan yang disampaikan dalam momentum pelantikan menunjukkan bahwa sektor pertanian Pohuwato masih membutuhkan perhatian, koordinasi, serta solusi konkret dari seluruh pemangku kepentingan.
Karena itu, keberadaan TMI diharapkan tidak berhenti pada penguatan struktur organisasi semata. Organisasi tersebut dituntut mampu membangun komunikasi yang konstruktif dengan pemerintah, kelompok tani, dunia usaha, serta berbagai pihak terkait untuk mendorong penyelesaian persoalan pertanian secara terukur dan berkelanjutan.
Pelantikan kepengurusan DPD TMI Pohuwato periode 2026–2031 pada akhirnya menjadi titik awal bagi organisasi untuk memperkuat perannya sebagai wadah aspirasi petani sekaligus mitra strategis dalam mendorong kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Pohuwato.
Deber27
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






