Mahasiswa Fakultas Kehutanan Program Studi Kehutanan Unhas Menjalankan Penguatan MKPK Melalui Melakukan Pengukuran Bangunan KTA Gully Plug dan Dam Penahan di Kabupaten Mamuju dan Majene

MINAT PASANG IKLAN DITULISAN INI SEGARA HUBUNGI TEAM MARKETING 🤗🤗🤗 Deskripsi gambar untuk SEO

PANGKEP- KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com.Mahasiswa Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan (Fahutan) Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program magang Mata Kuliah Penguatan Kompetensi (MKPK) melalui kegiatan lapangan di wilayah Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Karama. Kegiatan berlangsung di Mamuju dan Majene, Rabu dan Kamis tanggal 15–16 April 2026.

Program ini berfokus pada peningkatan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan pengukuran bangunan KTA GP dan DPN yang dilaksanakan di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pengukuran secara akurat, mengolah data hasil survei, serta memahami prosedur kerja yang sesuai dengan standar di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan penandaan lokasi dengan memanfaatkan tanda-tanda alam sebagai acuan dalam menentukan titik atau batas lokasi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan orientasi lapangan, ketelitian dalam identifikasi lokasi, serta pemahaman terhadap kondisi lingkungan sebagai bagian dari pelaksanaan survei dan pemetaan.

Program ini berfokus pada peningkatan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan pengukuran bangunan KTA GP dan DPN yang dilaksanakan di Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan mahasiswa dalam melakukan pengukuran secara akurat, mengolah data hasil survei, serta memahami prosedur kerja yang sesuai dengan standar di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga melaksanakan penandaan lokasi dengan memanfaatkan tanda-tanda alam sebagai acuan dalam menentukan titik atau batas lokasi. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan orientasi lapangan, ketelitian dalam identifikasi lokasi, serta pemahaman terhadap kondisi lingkungan sebagai bagian dari pelaksanaan survei dan pemetaan.

Sebanyak 5 unit dam penahan (DPN) dan 70 unit gully plug (GP) telah selesai dilakukan pengukuran. Bangunan KTA tersebut akan diverifikasi apakah layak untuk dibuatkan bangunan KTA.

Selain itu, alat yang digunakan dalam melakukan pengukuran yaitu pipa paralon, meteran, dan waterpass. Adapun alat bantu lainnya seperti peta sebaran bangunan KTA dan aplikasi Avenza Maps yang digunakan untuk melihat titik pasti lokasi yang akan diukur.

Pembuatan bangunan KTA membantu mengendalikan erosi, menahan limpasan air permukaan, serta menjebak sedimen guna memulihkan lahan kritis dan mencegah bencana hidrometeorologis.

> “Setiap pengukuran yang dilakukan hari ini adalah langkah nyata untuk menjaga tanah tetap lestari dan mencegah erosi bagi generasi mendatang,” ujar mahasiswa Fahutan, Muhammad Fachrul Dalif.

Deskripsi gambar untuk SEO DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA PT GADAI MAS NUSANTARA
info iklan - berminat langsung klik Chat WhatsApp

Pos terkait

Promosi
dokter spesialis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *