Tanah Terus Bergerak di Jatinegara, Ratusan Rumah Rusak dan 2.453 Warga Mengungsi

Deskripsi gambar untuk SEO

NASIONAL – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com–  TEGALBencana tanah bergerak masih mengancam keselamatan warga Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal. Hingga Sabtu (7/2/2026) pukul 18.40 WIB, pergerakan tanah dilaporkan masih aktif, memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka demi menghindari risiko yang lebih besar.

Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan pemantauan intensif dan evakuasi bertahap di wilayah terdampak.
Peristiwa ini bermula pada Senin (2/2/2026) setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut sekitar pukul 14.00 WIB, disusul pergerakan tanah sekitar pukul 19.00 WIB. Fenomena geologi tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga dan fasilitas umum.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 464 rumah terdampak, dengan rincian 205 rumah rusak berat, 174 rusak sedang, dan 85 rusak ringan, tersebar di empat RW dan belasan RT Desa Padasari.

Dampak bencana tidak hanya menghantam hunian warga, tetapi juga 36 fasilitas umum, meliputi fasilitas sosial, tempat ibadah, sekolah, hingga bangunan pemerintahan. Selain itu, infrastruktur vital seperti jalan desa dan kabupaten di tiga titik, satu bendung irigasi, serta satu jembatan desa mengalami kerusakan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan akses distribusi bantuan.

Akibat kejadian tersebut, 2.453 jiwa dari 596 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke delapan lokasi pengungsian yang tersebar di Desa Padasari dan wilayah sekitarnya. Pengungsi terdiri dari kelompok rentan, antara lain lansia, ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak-anak.

Pemerintah memastikan seluruh pengungsi mendapatkan perlindungan dasar, termasuk tempat tinggal sementara, logistik, dan layanan kesehatan terpadu.
Dalam masa Tanggap Darurat selama 14 hari (3–16 Februari 2026), pemerintah daerah mengaktifkan Pos Komando Penanganan Darurat Bencana dan menerapkan sistem distribusi logistik satu pintu melalui pos lapangan.

Hingga saat ini, 265 warga telah mendapatkan layanan kesehatan, dengan keluhan terbanyak berupa ISPA, myalgia, hipertensi, dan gangguan pencernaan. Namun demikian, ketersediaan air minum bersih masih menjadi kebutuhan mendesak yang memerlukan dukungan lanjutan.

Pemerintah Kabupaten Tegal menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama. Penanganan selanjutnya akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar, penguatan layanan kesehatan, serta penyiapan hunian sementara.

Sementara itu, langkah rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur akan menunggu rekomendasi teknis dari Badan Geologi terkait stabilitas tanah dan keamanan wilayah terdampak.

Dengan koordinasi lintas sektor yang terus diperkuat, pemerintah berharap penanganan bencana tanah bergerak ini dapat berjalan efektif dan terukur. Masyarakat diimbau tetap waspada, mematuhi arahan petugas, serta segera melapor apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah lanjutan.

Deskripsi gambar untuk SEO

Pos terkait

Promosi
Deskripsi gambar untuk SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *