Dituding Pungli dan Menyalagunakan Jabatan, Kades Yuli : Itu Fitnah

Deskripsi gambar untuk SEO

Klivetvindonesia.com Deli Serdang – Tuduhan sepihak mengenai pemberitaan tentang dirinya yuli kepala desa sena membantah,atas tuduhan dirinya mengusir warga desanya dan diagap narasi yang ada didasari fakta alias asal bunyi.

Kades Sena, Yuli dan beberapa perangkat desa serta kadus dusun IV dalam keterangannya di aula kantor desa kepada Awak media, Senin (19/1/2026), menegaskan kalau dirinya difitnah atas mengusir warganya dan perasaan warga dengan mengutip dana BLT sementara ada beberapa warga datang ke kantor desa yang akan melakukan aksi demo.

” ada warga yang datang sebanyak tujuh wanita dan satu laki-laki mendatangi Kantor desa dengan mengatasnamakan perwakilan warga dusun enam, warga tersebut berbisik dan marah marah akan melakukan aksi demo tidak menerima program bupati terkait pembersihan drainase di jalan perbatasan antara desa Sena dan tanjung sari,” ujar Yuli.

Yuli juga menyampaikan kalau warga tersebut meminta agar kepala dusun enam diganti dikarenakan adanya pungutan liar dan meminta paksa warga yang menerima BLT sebesar 50 ribu rupiah.

” Warga datang ke kantor desa merasa kepala dusun IV agar di ganti karena menyalahgunakan jabatan dengan memeras warga terkait penerimaan BLT,hal tersebut warga yang datang juga membawa surat yang berisi tanda tangan agar supaya kepala dusun diganti di katakan kepala desa lagi karena kami lagi ada pekerjaan yang urgent jadi nanti kami tindaklanjuti lagi ucap kepala desa kepada warga tersebut,”tegas Yuli.

Dalam keterangan pers di kantor aula desa sena yang dihadiri ketua BPD desa Sena Hercules. beserta perangkat desa. dan tokoh masyarakat. juga dihadiri oleh ketua DPD Lembaga swadaya masyarakat (LSM) PengawaL Keadilan Rakyat(PKR) deliserdangKadus IV Cucuk Haryadi dalam pertemuan di aula kantor desa juga membantah atas tuduhan dalam pemberitaan yang mengatakan bahwa dirinya memeras warga yang mendapat kan BLT dana desa sebesar 50.000 rupiah itu tidak benar dan mengutip pengurusan surat kematian, hal ini sangat meresahkan saya dan keluarga atas pemberitaan tersebut, sementara warga yang butuh pengurusan dokumen selalu saya bantu jika ada di kasih saya terima tanpa ada paksaan.

” Warga yang saya bantu pengurusan dokumen dan surat-surat setelah selesai meraka ada memberi saya sedikit uang sebagai pengganti bensin namun bukan saya minta dan mereka memberi dengan sukarela tanpa paksaan.” Kata cucu.

Terpisah prihal kepala dusun 6 mennympaikan terkait pemberitan sepihak adanya sentimen terhadap dirinya dan keluarganya bahwa ada kalangan masyarakat sentimen yang tidak menyukai dirinya, serta adanya tanda tangan mosi yang tidak dapat percaya untuk menjatuhkan dirinya, yang mana dalam pemberitaan tersebut adanya permohonan kepada camat Batang kuis dan bupati Deli Serdang untuk melakukan pencopotan atas dirinya untuk tidak menjabat kadus lagi.

Tak hanya itu saja adapun keterangan salah satu warga saat di aula desa sena Bobi warga desa dusun IV mengatakan dirinya tidak pernah menandatangani mosi untuk mencopot atau menjatuhkan kepala dusun, dikarenakan saya merantau dan secara tiba-tiba ada tanda tangan saya tersebut di mosi itu.

” Saya tidak pernah di minta tanda tangan kenapa ada tanda tangan saya di mosi untuk pencopotan jabatan kadus dusun IV sementara saya sendiri kerja di luar dan merantau,”terangnya.

Adapun dalam pertemuan kades dan warga serta kadus IV salah satu warga berinisial Aamiin juga geram dan menyampaikan bahwa dirinya terkait bantuan dana desa yang diterimanya ada sedikit memberikan uang dengan suka rela tanpa paksaan sementara dalam pemberitaan terhadap kadus kami itu fitnah dan tidak benar.

” Saya memberikan uang bensin sebagai ungkapan terima kasih dn suka rela tanpa ada paksaan, namun media yang memberitakan kadus kami kalau saya di paksa ini fitnah,” ungkap Amin.

Suparman selaku warga dusun 6 yang menerima bantuan BPNT mengatakan bahwa dirinya tidak pernah dipaksa oleh kadus untuk memberi uang 50 ribu tidak benar karena saya memberi untuk anaknya.

” Saya memberikan uang tersebut untuk anaknya dengan sukarela jadi kalau ada yang bilang kami di paksa untuk untuk mengeluarkan duit 50 ribu itu tidak benar,”ketusnya.

Terkait pemberitaan tersebut Yuli selaku kades desa sena berharap agar publik tidak menelan mentah-mentah atas menerima informasi yang tidak benar dan berharap kedepannya atas bantuan masyarakat dan perangkat desa menjadikan desa sena yang mandiri di dalam kepemimpinan,”tutupnya.

Deskripsi gambar untuk SEO

Pos terkait

Promosi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *