PANGKEP- KLTV INDONESIA klivetvindonesia.com. Pangkep — Dalam rangka mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Babinsa Desa Tondongkura Koramil 1421-01/Balocci, Serda Anwar Tiwi, melaksanakan kegiatan pemantauan langsung terhadap proses penyiapan makanan di Dapur Sehat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Yayasan Darul Barokah.
Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan pada Selasa, 13 Januari 2026, sekitar pukul 09.00 Wita, bertempat di Jalan Batu Bara, Dusun Parang Lombasa, Desa Bantimurung, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan seluruh tahapan penyiapan makanan berjalan sesuai standar, baik dari sisi kebersihan, keamanan pangan, hingga ketepatan waktu distribusi kepada para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah.
Dalam pelaksanaannya, Serda Anwar Tiwi melakukan pengecekan terhadap aktivitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Kabupaten Pangkep yang bertugas menyiapkan makanan. Ia memantau secara langsung proses memasak, pengemasan, hingga kesiapan pendistribusian, guna memastikan bahwa makanan yang disiapkan layak konsumsi, higienis, serta memenuhi kebutuhan gizi bagi anak-anak sekolah.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, aktivitas penyiapan makanan telah dimulai sejak malam hari, tepatnya pukul 21.00 Wita hingga 04.30 Wita. Proses pengemasan makanan dimulai pada pukul 03.00 Wita dan hingga saat pemantauan berlangsung masih terus berjalan dengan jumlah pengemasan mencapai 2.067 porsi. Seluruh tahapan pekerjaan dilakukan secara tertib, terstruktur, dan sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Adapun menu makanan yang disiapkan untuk hari tersebut terdiri atas nasi putih, telur rebus, tempe, tumis wortel udang, serta buah rambutan. Menu ini disusun dengan memperhatikan kandungan gizi yang seimbang, guna mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak penerima manfaat program.
Dari aspek kebersihan dan kesehatan, para pekerja di dapur MBG telah menerapkan standar higienitas yang baik. Seluruh petugas terlihat menggunakan masker dan sarung tangan selama proses pengolahan maupun pengemasan makanan. Hasil pemantauan juga menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya hal-hal menonjol atau kendala di lapangan (haljol nihil), serta kondisi cuaca yang cerah turut mendukung kelancaran kegiatan.
Hingga pukul 09.20 Wita, proses penyiapan Makan Bergizi Gratis masih berlangsung dan seluruh makanan telah dinyatakan siap untuk didistribusikan ke sekolah-sekolah. Pendistribusian dilakukan menggunakan dua unit mobil dan dua unit sepeda motor guna menjangkau lokasi sekolah yang tersebar di berbagai wilayah.
Sebanyak 49 sekolah dan lembaga pendidikan menjadi tujuan pendistribusian pada hari tersebut, mulai dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA dan SMK, termasuk pesantren. Di antaranya SMA 8 (223 porsi), SMP (118 porsi), Pesantren (81 porsi), SD 9 (112 porsi), SD 17 (40 porsi), TK Pertiwi (34 porsi), TK PGRI (11 porsi), PAUD KB Caradde (16 porsi), hingga sekolah-sekolah lain di wilayah Lanne, Bonto, Bilango, Mario, Tondongkura, Badong, Bonto Tinggi, Mangilu, dan sekitarnya.
Secara keseluruhan, jumlah makanan yang didistribusikan pada hari tersebut mencapai 2.638 porsi. Jumlah ini menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak terkait dalam memastikan anak-anak sekolah di wilayah Kecamatan Tondong Tallasa dan sekitarnya mendapatkan asupan makanan bergizi secara merata.
Serda Anwar Tiwi menegaskan bahwa keterlibatan TNI melalui peran Babinsa dalam program ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda. Menurutnya, keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan makanan, tetapi juga oleh proses penyiapan yang higienis, distribusi yang tepat sasaran, serta sinergi semua unsur yang terlibat.
“Melalui pemantauan ini, kami memastikan bahwa seluruh proses berjalan aman, tertib, dan sesuai standar. Harapannya, program Makan Bergizi Gratis benar-benar memberikan manfaat nyata bagi anak-anak sekolah sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Kegiatan pemantauan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Program MBG di Desa Bantimurung ini diharapkan dapat terus berjalan secara berkesinambungan sebagai upaya meningkatkan kesehatan, kecerdasan, dan kesejahteraan anak-anak melalui pemenuhan gizi yang optimal.





