MAKASSAR – KLTV INDONESIA-klivetvindonesia.com- Suasana haru dan khidmat menyelimuti kediaman Umar Abbas, kameramen KLTV Indonesia, saat tausiyah dan doa bersama digelar untuk almarhumah istrinya, Sufdiana, pada Senin malam (12/01/2025). Kegiatan tersebut berlangsung ba’da Isya hingga selesai di rumah duka yang beralamat di Jalan Syekh Yusuf 3 Nomor 11 C, Kota Makassar, dan dihadiri ratusan jamaah dari berbagai kalangan.

Tausiyah dipimpin oleh Ustaz Syahriwijaya, SH, S.Pd, MH, yang akrab disapa Ujay. Dalam ceramahnya, penceramah mengajak seluruh jamaah untuk mengambil hikmah dari kematian, memperkuat keimanan, serta meneladani amal kebaikan almarhumah semasa hidup. Pesan-pesan yang disampaikan menyejukkan hati dan menguatkan keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan ikhlas menerima takdir Allah SWT.
Almarhumah Sufdiana, yang dikenal dengan panggilan Diana, wafat pada Sabtu, 10 Januari 2025, dan dimakamkan di Pemakaman Syekh Yusuf, Kabupaten Gowa, pada Minggu, 11 Januari 2025. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga besar, tetapi juga bagi rekan kerja dan masyarakat yang mengenal sosoknya sebagai pribadi sederhana, baik, serta bertanggung jawab.
Semasa hidup, Diana merupakan karyawan Grand Toserba Hertasning dan sebelumnya pernah bekerja di Grand Toserba Pengayoman. Ia dikenal Baik,santun dan pendiam, namun tegas dan disiplin dalam menjalankan tugas. Dedikasi serta sikap profesionalnya meninggalkan kesan mendalam bagi rekan-rekan kerjanya, yang terlihat dari kehadiran mereka dalam tausiyah sebagai bentuk penghormatan terakhir dan solidaritas.

Ratusan warga, kerabat dekat, serta rekan kerja almarhumah tampak memadati rumah duka. Turut hadir pula keluarga besar KLTV Indonesia, termasuk Penanggung Jawab Media Muhtah Angga, Koordinator Liputan Muh. Yasin, dan anggota Tim Investigasi Muh. Hardi. Kehadiran mereka menjadi wujud empati dan dukungan moril kepada Umar Abbas dan keluarga yang ditinggalkan.
Melalui kegiatan tausiyah ini, keluarga almarhumah berharap doa-doa yang dipanjatkan dapat menjadi penerang bagi perjalanan terakhir Sufdiana di alam kubur. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengingat bagi seluruh hadirin tentang pentingnya kebersamaan, kepedulian sosial, serta nilai-nilai kemanusiaan yang sejalan dengan prinsip dan kode etik jurnalistik dalam menyampaikan peristiwa duka secara berimbang, berempati, dan bermartabat.




