MAKASSAR – KLTV INDONESIA-klivetvindonesia.com- Pemandangan berbeda terlihat di RT 001/RW 013 Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate, saat warga dari RW 013 dan RW 008 bahu-membahu melaksanakan kegiatan gotong royong pembangunan infrastruktur gorong-gorong, Sabtu pagi.

Sejak matahari terbit hingga pekerjaan selesai, semangat kebersamaan tampak mengalir tanpa sekat, menghadirkan harapan baru bagi lingkungan setempat.
Kegiatan tersebut mendapat perhatian langsung dari Lurah Mangasa, yang turut hadir dan mengawal jalannya pekerjaan di lapangan.
Kehadiran lurah bersama para ketua RW menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah kelurahan dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
Ketua RT 001/RW 013, Muh Tawakkkal, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh warga RW 013 dan RW 008 yang terlibat aktif, baik melalui sumbangan tenaga, pikiran, maupun dana.

Menurutnya, gotong royong ini bukan sekadar membangun fisik gorong-gorong, tetapi juga memperkuat ikatan sosial dan rasa memiliki terhadap lingkungan.
“Tanpa kebersamaan, pekerjaan ini tidak akan selesai dengan cepat dan lancar. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh warga yang terlibat, dari pagi hingga tuntas,” ujar Muh Tawakkkal di sela kegiatan.
Menariknya, dalam kegiatan tersebut juga hadir dukungan dari sejumlah pihak, termasuk seorang penyumbang yang enggan disebutkan namanya dan hanya diinisialkan FS.
PrIa disebut sebagai salah satu penyumbang terbesar dan menilai kegiatan ini sebagai gambaran ideal kolaborasi yang selama ini dinantikan masyarakat.
“Ini adalah contoh dasar kekompakan yang dibutuhkan masyarakat Mangasa, ketika pemerintah, pengusaha, dan warga berjalan seiring demi kepentingan bersama,” ujar FS singkat.
Pembangunan gorong-gorong ini diharapkan dapat memperbaiki sistem drainase lingkungan, mengurangi potensi genangan air, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi edukasi sosial bahwa gotong royong masih relevan dan efektif sebagai solusi pembangunan berbasis komunitas.
Dengan semangat kebersamaan yang terjaga, warga berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
“Semoga ke depan Mangasa semakin baik, semakin kompak, dan semakin peduli,” tutup salah satu warga, mengamini harapan bersama.
KETUA (GERIMIS)




