Siswa Salah Satu Sekolah Terpaksa “Puasa” Makan Siang Gratis, Orang Tua Pertanyakan Urgensi Renovasi Dadakan

Sanbas, Kalbar – Program unggulan pemerintah pusat, Makan Bergizi Gratis (MBG), di SDN 09 Teluk Keramat, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, resmi dihentikan sementara sejak Jumat (19/12). Keputusan yang diambil secara mendadak ini memicu gelombang tanda tanya dan kritik dari para wali murid.

Sumber dari orang tua siswa menyampaikan saat dikonfirmasi,” Informasi penghentian saya ketahui melalui pesan singkat di grup sekolah anak kami yang mengumumkan bahwa penghentian tersebut dilakukan sehubungan dengan adanya renovasi dapur, dengan mengirimkan chat seperti ini,:

“Dengan hormat,
Kami informasikan kepada seluruh penerima manfaat bahwa Program Makan Bergizi Gratis diberhentikan sementara sehubungan dengan renovasi dapur.
Pemberhentian sementara ini mulai berlaku pada hari Jumat, 19 Desember 2025, hingga waktu yang akan kami informasikan kembali setelah proses renovasi selesai.
Kami mohon pengertian dan kerja sama dari seluruh pihak. Program akan kembali berjalan normal setelah renovasi dapur selesai.
Atas perhatian dan pengertiannya, kami ucapkan terima kasih.” (Isi pengumuman di group whatshapp) ungkapnya.

Tambahnya lagi,” Kejanggalan Manajemen waktu, meski pihak sekolah meminta pengertian dari seluruh pihak, saya selaku orang tua murid merasa ada yang janggal dalam prosedur teknis pelaksanaan renovasi tersebut dan merasa kecewa atas pemilihan hari pengerjaan proyek.

“Ada kejanggalan. Mengapa MBG harus dihentikan pada hari Jumat hanya untuk bongkar dapur? Padahal besoknya hari Sabtu adalah hari libur sekolah,” cetusnya dengan nada sangsi.

Menurutnya, jika pihak sekolah memiliki perencanaan yang matang, pembongkaran atau renovasi dapur seharusnya bisa dilakukan pada hari Sabtu tanpa harus mengorbankan hak makan siang para siswa di hari sekolah aktif.

Transparansi dan Perencanaan dipertanyakan,Kritik ini mencuat bukan tanpa alasan. Program MBG merupakan vitalitas bagi kecukupan gizi siswa, dan penghentian di hari aktif dianggap sebagai bentuk manajemen yang kurang efektif. Publik pun kini mempertanyakan:

Mengapa renovasi tidak dijadwalkan saat hari libur akhir pekan atau libur semester?

Berapa lama estimasi pengerjaan dapur tersebut sehingga siswa harus menunggu tanpa kepastian waktu?

Apakah tidak ada solusi alternatif agar distribusi makanan tetap berjalan meski dapur sedang direnovasi?

Hingga berita ini diturunkan, pihak Sekolah terkait belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai alasan teknis di balik pemilihan jadwal renovasi yang memotong hari efektif belajar tersebut. Para orang tua berharap program ini segera berjalan kembali mengingat pentingnya asupan gizi bagi anak-anak mereka di sekolah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *