MAROS – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Pemerintah Kabupaten Maros secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Tahun 2025. Penerimaan berlangsung khidmat di Aula Kantor Bupati Maros pada Senin, 22 Desember 2025, pukul 10.00 Wita, dan dihadiri Wakil Bupati Maros A. Muetazim Mansyur bersama jajaran pimpinan Universitas Hasanuddin.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Maros A. Muetazim Mansyur menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta KKN Unhas yang akan mengabdi di Kabupaten Maros.
Ia berharap para mahasiswa dapat menjalankan program KKN dengan penuh tanggung jawab serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, KKN merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk belajar langsung di tengah masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa KKN Unhas diminta untuk bekerja sama secara aktif dengan pemerintah desa dan warga setempat di wilayah posko masing-masing.
“Mahasiswa harus menjadi contoh yang baik, menjaga etika, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sosial dan budaya masyarakat desa,” ujar Wakil Bupati.
Wakil Bupati juga menegaskan pentingnya sinergi antara mahasiswa KKN, aparat desa, dan masyarakat. Ia berharap kehadiran mahasiswa Unhas dapat membawa manfaat konkret, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan masyarakat.
Dengan kerja nyata tersebut, diharapkan nama baik almamater Universitas Hasanuddin semakin harum di Kabupaten Maros.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Maros meminta aparat desa untuk turut melakukan monitoring terhadap aktivitas mahasiswa KKN selama masa pengabdian.
Mahasiswa diharapkan tetap berada di posko masing-masing hingga masa KKN berakhir pada 14 Februari 2026, termasuk saat perayaan Tahun Baru, demi menjaga kedisiplinan dan keberlangsungan program kerja.
Adapun mahasiswa KKN Unhas Gelombang 115 ditempatkan di seluruh wilayah Kabupaten Maros yang mencakup 14 kecamatan, yakni Bantimurung, Bontoa, Camba, Cenrana, Lau, Mallawa, Mandai, Maros Baru, Marusu, Moncongloe, Simbang, Tanralili, Tompobulu, dan Turikale. Ke-14 kecamatan tersebut membawahi 103 desa dan 23 kelurahan yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa.
Dengan sebaran wilayah yang luas tersebut, Wakil Bupati Maros berharap program-program KKN yang dijalankan dapat menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa. Ia menekankan agar setiap kegiatan yang dilakukan berorientasi pada solusi dan berkelanjutan, sehingga memberikan dampak positif yang dapat dirasakan oleh masyarakat meski KKN telah berakhir.
“Teruslah bekerja nyata, jaga nama baik Unhas, dan bangun hubungan yang harmonis dengan kepala desa serta warga masyarakat. Jadikan KKN ini sebagai pengalaman berharga sekaligus kontribusi terbaik bagi Kabupaten Maros,” tegas A. Muetazim Mansyur menutup sambutannya.
Penulis: Ikbal Nakku





