MAKASSAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-— Sejumlah elemen pemuda dan masyarakat yang tergabung dalam Laskar Mandala, Aliansi Pemuda Indonesia Bersatu, Forbes Makassar, rekan-rekan ojek online (ojol), serta Laskar Borisallo menggelar aksi unjuk rasa damai di Kota Makassar. Aksi ini digelar sebagai bentuk pernyataan sikap menolak segala bentuk gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Sulawesi Selatan.

Aksi yang berlangsung pada Rabu 17/12/2025 tersebut dimulai dari Monumen Mandala, kemudian bergerak menuju Polrestabes Makassar, dilanjutkan ke Asrama Papua Lanto, dan ditutup dengan konvoi Merah Putih yang berakhir di Fly Over Makassar. Massa aksi tampak membawa bendera Merah Putih serta spanduk bertema persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam orasinya, para peserta aksi menyampaikan penolakan tegas terhadap keberadaan dan aktivitas kelompok separatis OPM di Sulawesi Selatan. Mereka menilai segala bentuk propaganda, dukungan, maupun gerakan yang berafiliasi dengan OPM berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan merusak persatuan bangsa.
Selain itu, massa aksi juga menuntut agar organisasi yang dianggap berafiliasi dengan OPM, seperti Komite Nasional Papua Barat (KNPB) dan Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), dilarang melakukan aktivitas di Kota Makassar. Menurut mereka, keberadaan organisasi tersebut dinilai kerap memicu keresahan sosial dan bertentangan dengan semangat persatuan NKRI.

Koordinator lapangan aksi, Hanif, dalam keterangannya menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian pemuda terhadap keutuhan bangsa. Ia menyatakan bahwa Makassar sebagai kota multikultural harus tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan bebas dari paham separatisme.
“Kami menolak dengan tegas segala bentuk gerakan separatis OPM di Sulawesi Selatan. NKRI adalah harga mati, dan kami sebagai pemuda terpanggil untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” tegas Hanif di hadapan massa aksi.

Lebih lanjut, massa aksi juga mendesak aparat TNI dan Polri untuk bertindak tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran hukum, khususnya tindakan yang mengarah pada makar dan upaya memecah belah bangsa. Mereka berharap aparat keamanan dapat menjalankan tugas secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Aksi berlangsung dengan tertib dan kondusif di bawah pengawalan aparat kepolisian. Para peserta aksi menegaskan bahwa kegiatan ini murni dilakukan secara damai, tanpa unsur provokasi, serta mengedepankan semangat nasionalisme dan persatuan.

Melalui aksi ini, aliansi pemuda berharap pemerintah dan aparat penegak hukum dapat semakin waspada terhadap penyebaran paham separatis, sekaligus memperkuat edukasi kebangsaan di tengah masyarakat demi menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Jendlap Aksi: Hanif
Penulis: [RED]





