Perkuat Karakter Keprajuritan, Kraton Yogyakarta Jalin Kerja Sama Dengan Dispsial

Yogyakarta, 16 Desember 2025 – Kraton Yogyakarta menjalin kerja sama dengan Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut (Dispsial) dalam rangka penguatan sikap dan karakter keprajuritan bagi Abdi Dalem prajurit. Kerja sama ini bertujuan membentuk prajurit Kraton Yogyakarta yang bermental tangguh, berdisiplin tinggi, loyal, serta militan dalam pengabdian menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur Keprajuritan Kraton Yogyakarta sebagai bagian dari budaya dan identitas bangsa.

KPH Notonegoro selaku Manggala Prajurit Kraton Yogyakarta beserta Kadispsial Laksma TNI Wisnu Agung Priambodo, M.M., M.Phil.

Sebagai prajurit seremonial sekaligus penjaga nilai-nilai budaya, prajurit Kraton Yogyakarta dituntut memiliki keteladanan sikap, kedisiplinan tinggi, serta loyalitas yang kuat terhadap institusi dan masyarakat. Manggala Prajurit Kraton Yogyakarta, KPH Notonegoro, menegaskan bahwa seorang Abdi Dalem prajurit harus mampu menjadi agen perubahan sekaligus teladan dalam kehidupan bermasyarakat tanpa meninggalkan nilai-nilai keprajuritan yang diwariskan secara turun-temurun.

Saat ini, prajurit Kraton Yogyakarta terbagi dalam 13 bregada atau satuan yang masing-masing memiliki filosofi, tugas, dan kekhasan tersendiri. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan budaya yang perlu ditopang dengan ketangguhan psikologis serta karakter individu yang kuat agar nilai-nilai keprajuritan tetap lestari dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Barisan prajurit sarageni (bersenjata api) Krtaon Yogyakarta

Kepala Dinas Psikologi TNI Angkatan Laut, Laksamana Pertama TNI Wisnu Agung Priambodo, menyampaikan bahwa penguatan karakter keprajuritan tersebut selaras dengan jati diri Indonesia sebagai negara kepulauan dan bangsa maritim. Menurutnya, kekuatan Indonesia sebagai bangsa kepulauan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik dan sumber daya alam, tetapi juga oleh ketangguhan karakter dan kesiapan mental sumber daya manusianya. Nilai-nilai keprajuritan yang hidup dan terawat di lingkungan budaya, seperti Kraton Yogyakarta, menjadi fondasi penting dalam membangun kesadaran dan kecintaan terhadap budaya maritim bangsa. Dalam konteks tersebut, Yogyakarta sebagai jantung kebudayaan nasional memiliki peran strategis dalam merawat nilai-nilai keprajuritan dan meningkatkan kepedulian terhadap kemaritiman melalui kolaborasi lintas institusi.

KPH Notonegoro, Kadispsial dan Danlanal Yogyakarta berfoto bersama Tim Dispsial dan Abdi Dalem Prajurit berkualifikasi Komcad Matra Laut dengan pose Ubermensh (Manusia Unggul)

Dalam pelaksanaan kerja sama tersebut, Dispsial menugaskan tiga perwira terbaiknya, yakni Mayor Laut (KH) M. C. Bayu Murti, M.Psi., Psikolog, Lettu Laut (KH) Giri Putra Riyanto, S.Psi., dan Letda Laut (KH) Lutfi Fitroni Nafwari, S.Psi.
Melalui kerja sama ini, Dispsial memberikan dukungan psikologis berupa penguatan aspek psikologi keprajuritan yang meliputi pembentukan mental, disiplin, loyalitas, ketahanan psikologis, serta nilai-nilai kepemimpinan, tanpa mengubah nilai-nilai luhur keprajuritan Kraton Yogyakarta. Sinergi antara TNI Angkatan Laut dan Kraton Yogyakarta ini diharapkan mampu memperkuat karakter prajurit Kraton sebagai penjaga tradisi, teladan sikap, serta bagian dari jati diri bangsa Indonesia yang berakar pada sejarah dan budaya Nusantara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *