Ada suasana berbeda yang terasa sejak pagi di SD Inpres Japing. Senyum para guru tampak lebih hangat, orang tua berdatangan dengan penuh antusias, dan siswa-siswa menyambut Hari Guru Nasional 2025 seolah merayakan sebuah kemenangan bersama. Namun di balik momen penuh haru itu, tersimpan sebuah cerita kepemimpinan yang membuat banyak orang penasaran: apa yang sebenarnya dilakukan Kepala Sekolah Nasaruddin hingga mendapat apresiasi begitu besar dari orang tua murid?
GOWA – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-— Momentum Hari Guru Nasional (HGN) 2025 disambut penuh haru di SD Inpres Japing, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Gowa. Dalam perayaan ini, orang tua murid memberikan apresiasi besar kepada Kepala Sekolah Nasaruddin, S.Pd., M.Pd., yang dinilai telah menunjukkan dedikasi tinggi terhadap perkembangan guru dan peserta didik sejak menjabat pada September 2020.
Program-program sekolah yang semakin hidup, lingkungan belajar yang lebih nyaman, serta peningkatan prestasi siswa menjadi bukti nyata kepemimpinan Nasaruddin. Orang tua murid, termasuk tokoh RUKOKU (Rumahku–Sekolahku), Inda Ayu Possumah, menyampaikan dukungan dan kekagumannya.
“Pak Nasaruddin itu pemimpin yang perhatian. Fasilitas diperbaiki, kegiatan sekolah selalu disupport, dan guru-guru diberi ruang berkembang,” ungkapnya.
Tahun ini, perayaan HGN terasa lebih istimewa. Para orang tua tidak hanya membawa ucapan, tetapi juga menyampaikan penghargaan secara terbuka atas kerja nyata para guru yang membimbing anak-anak mereka. Menurut Inda Ayu, dedikasi guru semakin kuat karena kepemimpinan kepala sekolah yang memberdayakan dan menciptakan suasana kerja positif.
Di bawah arahan kepala sekolah, SD Inpres Japing terus menunjukkan peningkatan prestasi siswa di berbagai bidang. Mulai dari Pramuka, Karate, Panahan hingga Seni Tari, para siswa berhasil mengukir prestasi membanggakan, bahkan sampai tingkat provinsi.
“Ini buah dari kolaborasi guru, siswa, dan dukungan kepala sekolah,” tambah Inda.
Selain prestasi akademik dan nonakademik, pembenahan fasilitas sekolah juga menjadi sorotan positif. Gedung sekolah hingga akses jalan kini lebih tertata, aman, dan nyaman bagi guru maupun murid. Perhatian tersebut membuat orang tua semakin yakin bahwa sekolah berada di tangan yang tepat.
Inda Ayu juga menyoroti kondisi jumlah siswa yang semakin membludak setiap tahun. Meski demikian, Kepala Sekolah Nasaruddin tetap sabar dalam pengaturan jadwal dan pembagian ruang belajar.
“Jumlah siswa banyak sekali, tapi Pak Kepsek tetap sabar mengaturnya. Kami sangat menghargai dedikasinya,” ujarnya.
Melihat kondisi ini, orang tua murid berharap adanya perhatian dari Dinas Pendidikan, terutama terkait penambahan ruang kelas agar proses belajar berjalan lebih optimal.
“Kami mohon perhatian dari diknas pusat. Jumlah siswa sangat membludak, dan ini menyulitkan pengaturan jam masuk. Apalagi sekolah ini berprestasi dalam banyak bidang,” tegasnya.
Momen HGN 2025 pun menjadi penguat semangat bagi semua pihak. Guru merasa semakin diapresiasi, siswa lebih bersemangat, dan orang tua pun merasa semakin dekat dengan sekolah. Kehadiran program RUKOKU turut mempererat hubungan tersebut, menjadikan pendidikan sebagai tanggung jawab bersama.
Para guru berharap apresiasi ini menjadi energi baru untuk terus mengabdi dengan sepenuh hati. “Guru bukan hanya mengajar. Kami ingin menginspirasi dan menuntun masa depan anak-anak,” ungkap salah satu guru.
Dengan semangat HGN 2025, SD Inpres Japing menampilkan wajah baru pendidikan yang penuh kolaborasi. Kepemimpinan Nasaruddin, dukungan orang tua, serta dedikasi para guru menjadi pondasi kuat untuk membawa sekolah ini melangkah lebih jauh dalam mencetak generasi cerdas, berkarakter, dan berprestasi.
Penulis: Inda Ayu Possumah





