Cahaya di Balik Kapur Putih: Kisah Perjuangan Guru yang Tak Pernah Padam. Dr.Salma Samputri,MP.d Dosen Universitas Negeri Makassar ( FMIPA )

MAKASSAR – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-– Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat dan kompleks, peran guru tetap menjadi sandaran utama bagi masa depan pendidikan Indonesia. Mereka hadir sebagai garda terdepan dalam membangun peradaban, meski perjuangannya jarang tersorot publik. Di ruang-ruang kelas sederhana, di sekolah-sekolah terpencil yang serba terbatas, hingga di tengah hiruk pikuk kota, ribuan guru setiap hari menyalakan harapan bagi masa depan bangsa.

Setiap pagi, para guru berangkat sebelum matahari terbit. Ada yang menempuh perjalanan berjam-jam menggunakan perahu kecil, ada yang melintasi perbukitan terjal, dan ada pula yang mengajar di ruangan yang dindingnya mulai rapuh dan kursinya tak sempurna lagi. Namun, semangat mereka tidak pernah ikut rapuh.

“Selama ada anak yang ingin belajar, saya akan tetap mengajar,” ujar salah seorang guru di pelosok Sulawesi Selatan, menggambarkan betapa kuat dedikasi mereka.

Di tengah kondisi infrastruktur yang belum merata, kesejahteraan yang masih menjadi persoalan, serta tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi, para guru tetap menjalankan tugas dengan hati. Mereka tidak hanya mendidik, tetapi juga menjadi orang tua, sahabat, motivator, dan penyelamat masa depan banyak anak. Setiap kata yang mereka ucapkan adalah investasi yang melahirkan perubahan.

Tantangan guru kini semakin berat. Perkembangan teknologi menuntut pembelajaran yang adaptif dan kreatif. Guru harus menguasai digitalisasi, memahami karakter peserta didik yang semakin beragam, dan tetap menjadi teladan di tengah budaya serba instan. Namun di balik tekanan itu, mereka terus melangkah dengan keyakinan bahwa tidak ada ilmu yang sia-sia.

Sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada tokoh besar yang lahir tanpa sentuhan guru. Dari ruang kelas yang kecil, lahir dokter, pemimpin, peneliti, seniman, dan wirausahawan hebat. Bangsa yang maju adalah bangsa yang menempatkan guru pada kehormatan tertinggi.

Namun penghargaan terhadap guru bukan hanya diwujudkan dalam bentuk seremonial peringatan Hari Guru Nasional setiap 25 November. Lebih dari itu, diperlukan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi, kesejahteraan, fasilitas sekolah, dan dukungan moral bagi para pendidik yang telah mengabdikan hidupnya.

Salah satu siswa alumni yang kini menjadi pengusaha sukses berkata,
Saya tidak akan sampai di titik ini tanpa seorang guru yang percaya bahwa saya mampu, bahkan ketika saya tidak percaya pada diri sendiri.”

Kisah ini menjadi bukti bahwa setiap guru meninggalkan jejak yang tidak akan pernah terhapus oleh waktu.

Hari ini, ketika dunia terus berubah, suara para guru adalah cahaya yang tetap setia menerangi perjalanan generasi masa depan. Dan selama mereka masih berdiri di depan kelas, bangsa ini memiliki harapan besar untuk terus tumbuh dan bersinar.

Terima kasih, para guru Indonesia.

Dedikasi kalian adalah nyala yang tidak akan pernah padam.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *