PANGKEP-KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com,Pangkep, Balocci — Kasus dugaan pencurian yang terjadi di Masjid Jabal Nur Tonasa 1, Kelurahan Tonasa, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, pada Selasa (25/11/2025) subuh, mengejutkan warga dan jamaah masjid. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 05.40 Wita itu langsung mendapat perhatian serius dari pihak kepolisian, khususnya Kapolsek Balocci, Iptu Agus Indra Jaya, SH, yang turun langsung memimpin penanganan kasus.

Laporan disampaikan oleh Lukman, ST (48), pengurus masjid yang pertama kali menemukan kejanggalan saat mengecek kondisi masjid di pagi hari. Ia mendapati pintu ruang gudang tercongkel, terbuka, dan bagian dalam ruangan berantakan seolah habis digeledah seseorang.
Dari hasil pengecekan awal, diketahui bahwa uang tunai yang disimpan di beberapa tempat telah raib, yaitu Rp 7.500.000 (uang BOP dari Kementerian Agama) Rp 10.000.000 (uang hasil celengan jamaah) Isi kotak amal yang belum sempat dihitung Total kerugian mencapai sekitar Rp 17.500.000 belum termasuk uang dalam kotak amal yang masih dalam pendataan.
Kejadian ini turut dibenarkan dua saksi yang memberikan keterangan, yaitu H. Syamsuddin Puang Labbang (80), jamaah Masjid Jabal Nur Yusuf Simang (45), penjaga masjid Keduanya menyatakan bahwa sebelumnya pintu gudang selalu terkunci dan tidak terlihat adanya aktivitas mencurigakan di sekitar masjid sebelum subuh.
Setelah laporan resmi diterima, Kapolsek Balocci bersama personel piket bergerak cepat menuju TKP. Sekitar pukul 08.50 Wita, Kapolsek bersama tim Pamapta Polres Pangkep melakukan Pemeriksaan dan pemotretan kondisi TKP Pendataan barang yang hilang Pengecekan bekas cungkilan pada pintu Pengumpulan informasi dari saksi dan pelapor Koordinasi lanjutan dengan Polres Pangkep
Kapolsek Balocci, Iptu Agus Indra Jaya, SH, menegaskan bahwa kasus ini mendapat perhatian penuh. Ia memastikan bahwa proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh, termasuk mendalami kemungkinan pelaku memanfaatkan kondisi subuh saat masjid dalam keadaan sepi.
“Kami sudah mengamankan TKP dan mengumpulkan bahan keterangan. Penyelidikan akan terus kami lanjutkan sampai pelaku ditemukan. Ini menyangkut rumah ibadah, sehingga menjadi prioritas bagi kami,” tegas Kapolsek.
Berdasarkan kondisi fisik di TKP, pelaku diduga masuk dengan cara mencungkil pintu gudang, dan hal ini memperkuat indikasi pencurian dengan pemberatan (curat). Catatan penting lainnya menyebutkan bahwa kunci gudang hanya dipegang oleh pelapor, namun pintu ditemukan rusak pada bagian luar.
Kasus ini memicu keprihatinan mendalam dari masyarakat. Masjid yang seharusnya menjadi tempat ibadah dan pusat kegiatan keagamaan justru menjadi sasaran kejahatan. Banyak warga berharap agar pelaku dapat segera ditangkap.
Kapolsek Balocci turut mengimbau agar pengurus masjid meningkatkan keamanan, termasuk memperbaiki pintu, menambah kunci pengaman, serta mempertimbangkan pemasangan CCTV.

Saat ini kasus tengah ditangani oleh Polsek Balocci bekerjasama dengan Polres Pangkep. Aparat terus mengembangkan informasi, mengumpulkan petunjuk, serta mempelajari pola masuknya pelaku ke area masjid.
Pihak masjid dan jamaah telah menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada kepolisian, berharap kasus ini segera terang benderang dan pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya.





