Landak – Dugaan kecurangan SPBU Jelimpo Kabupaten Landak tercium oleh Tim AKPERSI KALBAR, terpantau jelas diarea SPBU tumpukan mobil tanpa Plat Nomor Polisi yang memenuhi SPBU untuk antri BBM Solar Bersubsidi.
Melihat kondisi yang ramai antrian Tim AKPERSI Kalbar turun langsung untuk mengkonfirmasi pengawas SPBU yang sedang berjaga di SPBU.
Saat Tim masuk ke Kantor SPBU sang pengawas berinisial “S” Langsung menunjukkan buku tamu dan meminta Id Card atau kartu anggota Pers. Dan langsung ingin memberi sejumlah uang dengan kalimat ini pak untuk kawan kawan.
Ketua AKPERSI Kalbar “kita merasa terhina atas perlakuan pengawas SPBU Jelimpo karna kedatangan kita ke kantor SPBU tersebut karna ingin mengkonfirmasi terkait mekanisme pendistribusian BBM bersubsidi yang beberapa waktu ini sangat menyusahkan sopir sopir expedisi.
Saat di lakukan Wawancara “S” terlihat gelisah dan seperti orang ketakutan karna ketangkap tangan atas dugaan praktek manipulasi Barcode dan Rekomendasi.
“S” mengatakan bahwa yang antri semua menggunakan barcode, dan menggunakan rekomendasi dari desa.
Mengenai bagai mana bisa “S” yakin bahwa barcode yang digunakan oleh pengantri dengan mobil tanpa plat nomor “S” bungkam seribu bahasa.
Mengenai rekomendasi Desa yang menjadi surat sakti para pengantri di SPBU tersebut ketika ditanya apakah sudah ada persetujuan atau penunjukan dari PT. Pertamina lagi lagi “S” bungkam membisu dan terlihat wajah mulai memucat dan bergemetar.
Syafarahman Ketua AKPERSI Kalbar mengatakan rekaman baik vidio dan rekaman suara saat wawancara akan kita serahkan ke Pertamina dan Polda Kalbar untuk segera ditindak lanjuti sebagai mana mestinya yang telah di atur oleh undang undang migas. Tutupnya
Dugaan Kecurangan SPBU Jelimpo Kabupaten Landak Tercium AKPERSI





