TAKALAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– RN– Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi Negara (LIN) menyoroti dugaan pengalihan anggaran dana revitalisasi sekolah ke rekening pribadi kepala sekolah di Kabupaten Takalar. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris LSM LIN, Alamsyah Rustam,SH, sebagaimana yang diberitakan oleh Radar Nusantara.
Alamsyah, yang akrab dipanggil Bonny, mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan indikasi pengalihan dana revitalisasi sebesar Rp 20 juta ke rekening pribadi kepala sekolah. Hal ini terungkap saat Alamsyah melakukan konfirmasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar.
Menurut Alamsyah Rustam,SH, Plt Dinas Pendidikan menjelaskan bahwa kemungkinan kepala sekolah menggunakan dana pribadi terlebih dahulu untuk memulai pengerjaan revitalisasi. Plt Dinas Pendidikan juga menyebutkan bahwa pihak kejaksaan telah mengetahui hal ini namun seolah-olah menutup mata dan menganggap sebuah kesalahan kecil yang bisa diperbaiki, karena kejaksaan turut mengawasi revitalisasi sekolah di Takalar.
“Dana revitalisasi itu jelas peruntukannya untuk perbaikan sekolah, bukan untuk dana pribadi kepala sekolah. Jika hal Ini terbukti terjadi, artinya telah terjadi persekonkolan jahat antara kepala sekolah, dinas pendidikan dan kebudayaan, dan pihak bank BRI, ini merupakan pelanggaran berat yang bisa merusak citra dunia pendidikan di kabupaten takalar. Harus diusut tuntas,” tegas Alamsyah.
LSM LIN mendesak pihak terkait untuk melakukan investigasi mendalam terhadap dugaan pengalihan dana revitalisasi ini. Mereka juga meminta agar kepala sekolah yang terbukti melakukan pelanggaran diberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku.(abd kadir)





