Warga Manggala Pertanyakan Ada Apa Ini !! Material Aspal Diangkut ke Luar Daerah? Sementara Pengerjaan Jalan Belum Tuntas

MAKASSAR – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-— Proyek pengaspalan pada Jalan Parinring, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, menuai sorotan dari warga setempat. Warga mempertanyakan keberlangsungan proyek tersebut setelah “kedapatan sebuah mobil pickup mengangkut material aspal “di tengah pelaksanaan pekerjaan.16-17 /11/2025

Hal itu menimbulkan tanda tanya besar, terlebih petugas danSopir kendaraan tersebut yang mengaku bahwa aspal yang diangkut itu akan dibawa ke wilayah Kabupaten Maros, bukan untuk kebutuhan pengerjaan di Jalan Parinring.

Temuan ini diketahui saat sejumlah warga memperhatikan aktivitas proyek di lokasi itu .pada pukul 01.30 WITA Mereka melihat adanya pengangkutan material ke luar wilayah, padahal pekerjaan pengaspalan di Parinring sendiri belum sepenuhnya rampung. Media KLTV Indonesia yang berada di lokasi itu turut mengonfirmasi atas peristiwa tersebut kepada warga sekitar.

Saat didatangi dan dimintai keterangan, sang Petugas dan sopir memberikan jawaban mengejutkan. Ia menyebut bahwa aspal itu memang ditujukan untuk dikirim ke Maros. Pernyataan tersebut semakin memperkuat dugaan warga bahwa ada kejanggalan dalam manajemen material maupun pelaksanaan proyek.

Di tengah aktivitas pengerjaan yang berlangsung, warga juga menemukan bahwa adanya Lorong di jln Parinring  sama sekali belum tersentuh aspal. Padahal kondisi jalan di lorong tersebut cukup memprihatinkan maka harapan dapat diperbaiki karena lama warga keluhkan hal itu . Hingga proyek tersebut mendekati tahap penyelesaian, lorong tersebut tetap tidak masuk dalam bagian pekerjaan. Ada Apa Ini walikota Makassar ?

Keadaan yang demikian , membuat warga menjadi kekecewaan karena sepertinya pilih kasih dan tak mau peduli dengan warga di jalan Parinring . sementara di lorong – lorong lain telah mendapatkan perbaikan.

 “Kami juga warga Parinring. Kenapa justru lorong kami yang tidak tersentuh? Apa bedanya kami dengan lorong lain?” keluh seorang warga kepada KLTV Indonesia.

Namun Saat di konfirmasi melalui warga setempat bahwa lorong yang sudah di aspal tersebut di kerja dengan Mengumpulkan sukarela warga yang menyumbang murni bukan dana APBD.

Sementara Warga lain menilai bahwa jika material aspal masih tersedia hingga bisa diangkut ke luar daerah, seharusnya tidak ada alasan teknis yang menghambat pengerjaan lorong yang masih tertinggal tersebut. Mereka mendesak adanya kejelasan mengenai distribusi material dan pelaksanaan proyek agar tidak muncul kesan adanya perlakuan berbeda antarwilayah.

Dinas PU Mesti mengkroscek pekerja di lapangan!

Sejumlah warga juga menekankan bahwa proyek yang bersumber dari APBD dan merupakan bagian dari pembangunan infrastruktur publik harus mengutamakan prinsip pemerataan dan keadilan. Karena itu, warga menuntut penjelasan resmi dari pihak penyedia, konsultan pengawas, maupun pemerintah terkait mengenai:

1. Alasan material aspal diangkut ke luar daerah

2. Penyebab Lorong di Parinring  tidak mendapat pengerjaan

 

Sehingga warga bertanya tanya, Apakah lorong di parinring tidak masuk dalam RAB?

KLTV Indonesia akan terus memantau perkembangan isu ini dan menunggu klarifikasi dari pihak-pihak terkait, guna memastikan apakah temuan warga ini merupakan kesalahan teknis, miskomunikasi, atau mengarah pada permasalahan manajemen proyek yang lebih serius.

Dengan adanya sorotan publik ini, warga Parinring berharap proyek pengaspalan dapat diselesaikan secara menyeluruh, transparan, dan adil, sehingga tidak ada lagi wilayah yang merasa dipinggirkan dalam proses pembangunan infrastruktur.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *