JENEPONTO – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Rumbia — Di sudut Kecamatan Rumbia yang jarang terjamah publik, berdiri sebuah destinasi alam yang kini mulai mencuri perhatian banyak orang. Namanya Hutan Pinus Paccumikkang, sebuah kawasan yang menghadirkan nuansa damai dan kesunyian hutan. Dengan tema “Bahagia di Hutan”, tempat ini perlahan menjelma menjadi surga kecil yang tersembunyi di Desa Je’ne Tallasa.

Hijau yang memanjakan mata menjadi pemandangan pertama yang menyambut pengunjung. Barisan pohon pinus berdiri rapi, menjulang seolah mengapit jalan setapak yang membawa siapa pun masuk ke dalam pelukan alam. Sinar matahari menyusup di sela-sela dahan, menciptakan mozaik cahaya yang membuat suasana terasa magis sejak langkah pertama.
Semilir angin yang berputar di antara pepohonan membawa aroma tanah basah dan getah pinus. Banyak pengunjung yang mengatakan, hanya dengan berdiri beberapa menit saja di kawasan ini, pikiran yang semula penuh sesak berubah tenang. Pepohonan seperti berbisik, mengundang setiap tamu untuk duduk sejenak dan mendengarkan suara alam yang jarang didengar di kota.

Tim KLTV Indonesia yang menelusuri kawasan ini melihat bagaimana Harmoni Rumbia menjadi tempat pelarian ideal dari rutinitas harian. Anak-anak berlarian di tanah lapang pinus, sementara orang dewasa menikmati waktu duduk di antara bangku-bangku kayu alami yang disediakan oleh warga. Tidak ada suara bising kendaraan, hanya kicau burung dan desir angin.
Keunikan tempat ini juga terletak pada konsepnya yang menghadirkan wisata alam sekaligus ruang edukasi. Beberapa pemuda desa memanfaatkan area hutan untuk mengadakan kegiatan hiking, jelajah alam, hingga edukasi ekologis bagi pengunjung. Mereka memperkenalkan bagaimana hutan dijaga, tanaman apa saja yang tumbuh di sekitarnya, dan mengapa kawasan ini penting bagi ekosistem di Rumbia.
“Kami ingin orang yang datang ke sini bukan hanya rekreasi, tapi juga belajar mencintai alam,” ujar salah satu pemuda Je’ne Tallasa yang ikut menjaga kawasan hutan itu. Ia menyebut bahwa edukasi menjadi bagian penting agar pengunjung ikut merasa memiliki dan menghargai lingkungan.
Pemerintah Desa Je’ne Tallasa turut mendorong pengembangan destinasi ini sebagai bagian dari identitas wisata Rumbia. Kepala desa menegaskan bahwa Hutan Pinus Paccumikkang bukan sekadar tempat bersantai, tetapi simbol harmoni antara masyarakat, alam, dan budaya setempat. “Ini rumah kedua warga. Kami ingin tempat ini membuat setiap orang merasa bahagia,” jelasnya.

Menurut pantauan Tim media KLTV Indonesia, sejumlah fasilitas mulai dibenahi oleh warga seperti jalur foto alami, tempat istirahat dari material kayu, hingga area berkumpul yang dirancang tanpa merusak pohon pinus. Setiap pembangunan dilakukan mengikuti prinsip ramah lingkungan, sehingga keaslian hutan tetap terjaga.
Beberapa pengunjung yang datang dari luar Kecamatan Rumbia mengatakan bahwa Paccumikkang terasa seperti dunia lain. “Seperti masuk ke film. Hening, sejuk, dan menenangkan. Ini tempat untuk pulih,” kata seorang wisatawan yang datang bersama komunitas fotografinya.
Selain menjadi tempat rekreasi keluarga, Harmoni Rumbia juga mulai dilirik sebagai spot foto prewedding, lokasi camping komunitas, hingga ruang kegiatan seni. Cahaya yang menembus pepohonan di pagi dan sore hari menciptakan latar foto yang dramatis dan alami—sesuatu yang sulit dicari di tempat wisata lain.
Yang membuat kawasan ini semakin istimewa adalah keterlibatan masyarakat lokal yang menjaga dan merawat hutan dengan penuh cinta. Mereka sadar bahwa keindahan ini adalah warisan yang harus dijaga agar anak cucu juga bisa merasakan bahagia di tengah hutan suatu hari nanti.
“Surga kecil seperti ini tidak boleh rusak,” ujar seorang warga yang ditemui sedang membersihkan jalur wisata. “Kami jaga bersama, karena ini milik kita semua.”
Harmoni Rumbia bukan hanya destinasi, tetapi pengalaman. Sebuah perjalanan menuju ketenangan, tempat di mana orang dapat kembali menemukan dirinya di antara harum pinus dan udara yang bersih. Di sini, bahagia tidak dicari Namun bahagia ditemukan.
Dengan pesonanya yang semakin dikenal, Hutan Pinus Paccumikkang bersiap menjadi ikon wisata alam Kecamatan Rumbia. Surga tersembunyi yang kini mulai bersinar, mengundang siapa pun untuk datang, bernapas lebih dalam, dan merasakan harmoni yang hanya dapat ditemukan di hutan.
Penulis: Khaerudin Tompo – KABIRO JENEPONTO





