BULUKUMBA- KLTV INDONESIA-klivetvindonesia.com-
Niat hati ingin kondisi sekolahnya mendapat perhatian, seorang guru di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, justru harus menelan pil pahit. Aksinya merekam dan mengunggah video kondisi ruang kelas yang rusak berat malah berujung pada video permintaan maaf yang kini viral di media sosial.
Peristiwa ini memicu perdebatan luas dan kemarahan publik. Banyak yang mempertanyakan mengapa niat baik seorang pendidik untuk melaporkan kondisi sekolah justru mendapat respons yang dinilai sebagai bentuk tekanan.
Kronologi Kejadian
Kehebohan bermula ketika Ahmad Firman, guru di SDN 156 Kalukubodo, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, mendokumentasikan kondisi salah satu ruang kelas yang rusak parah. Dalam video tersebut, tampak bagian atap dan plafon yang runtuh.
Kerusakan itu disebabkan oleh angin kencang yang terjadi pada Selasa, 11 November 2025. Ruangan tersebut sebenarnya sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar selama sekitar satu tahun karena dianggap membahayakan keselamatan siswa.
Video yang diunggah Pak Firman dengan cepat menarik perhatian warganet. Banyak yang prihatin dan mempertanyakan bagaimana fasilitas pendidikan bisa dibiarkan dalam kondisi demikian.
Namun alih-alih mendapatkan solusi, sang guru justru diminta memberikan klarifikasi kepada pihak berwenang.
Diminta Membuat Video Permintaan Maaf
Puncak dari kejadian ini adalah beredarnya video kedua. Dalam video tersebut, Ahmad Firman terlihat membacakan surat pernyataan permintaan maaf. Ia mengaku lalai karena tidak melaporkan kerusakan melalui prosedur yang benar dan menyebarkan video ke grup eksternal.
Dengan suara berat, ia menyampaikan penyesalan dan meminta maaf kepada berbagai pihak.
Video permintaan maaf ini justru semakin memicu kemarahan publik. Banyak yang menilai tindakan tersebut menunjukkan adanya tekanan yang tidak seharusnya diterima oleh seorang pendidik yang hanya ingin lingkungannya diperbaiki.
Respons Netizen
Jagat maya pun ramai memberikan dukungan kepada sang guru. Sejumlah komentar netizen yang viral antara lain:
Andi Pratama:
“Yang harusnya minta maaf itu pemerintah daerah, bukan gurunya! Sudah bagus ada yang peduli dan berani bersuara. Semangat terus, Pak Guru!”
Sri Wahyuni:
“Miris sekali. Pahlawan tanpa tanda jasa dibungkam. Kritik seharusnya diapresiasi, bukan dianggap aib.”
Bambang Susilo:
“Kadang jalur birokrasi lambat. Pak Guru mungkin sudah gemas karena tidak ada tindakan. Viral jadi jalan terakhir. Sehat selalu, Pak!”
Tamparan Bagi Dunia Pendidikan
Kejadian ini dinilai sebagai tamparan bagi dunia pendidikan dan pemerintah daerah. Ketika seorang guru menunjukkan kepeduliannya terhadap keselamatan dan kenyamanan murid, respons yang diterima justru tidak sejalan dengan semangat memperbaiki kualitas pendidikan.
#GuruViral, #SavePendidikan, #SekolahRusak, dan #Bulukumba terus bergema di media sosial sebagai bentuk solidaritas publik.



