MAKASSAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-, Sabtu (1 November 2025) — Di tengah hiruk pikuk kota Makassar, kisah haru datang dari seorang balita bernama Afifah Azzahra, berusia 1 tahun 6 bulan, yang tengah berjuang melawan penyakit epilepsi dan laringomalasia. Kondisi kesehatannya yang menurun dengan gejala sesak napas dan kejang-kejang membuat perhatian publik tertuju pada aksi cepat tanggap Pendamping Kebijakan Pemerhati Masyarakat (PKPM) Sulawesi Selatan.

Menindaklanjuti laporan warga, Ketua Umum PKPM, Eka Darmawansyah, bersama jajarannya langsung mendatangi kediaman keluarga kecil tersebut di Bayoa, Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Di rumah sederhana yang mereka tempati bersama mertua, tampak Afifah terbaring lemah dalam pelukan ibunya, Riska, yang berusaha tegar meski matanya berkaca-kaca menahan tangis.
Saat ditemui oleh Tim Media KLTV Indonesia, Kétua Umum Pendamping Kebijakan Pemerhati Masyarakat (PKPM) , Eka Darmawansyah menceritakan kronologi awal mereka menerima laporan tentang kondisi Afifah.
“Kami mendapat informasi dari warga bahwa ada balita di Barombong dalam kondisi kritis dan sangat membutuhkan bantuan medis. Setelah kami pastikan kebenarannya, Ketua Umum langsung memutuskan turun tangan,” ungkap Ketua PKPM dengan nada haru.
Menurutnya, Riska, ibu dari Afifah, menuturkan dengan suara terbata-bata bahwa anaknya telah lama berjuang melawan penyakit berat itu.
“Anakku didiagnosa epilepsi dan laringomalasia. Dokter menyarankan untuk minum susu SGM Gain 1+, tapi kondisi ekonomi kami sulit. Suamiku hanya buruh bangunan, dan saya ibu rumah tangga. Untuk beli susu 400 gram saja, hanya cukup tiga hari. Saya sudah hampir putus asa,” tutur Riska dengan lirih kepada TIM PKPM
Mendengar keluhan tersebut, Ketua Umum PKPM Sulsel, Eka Darmawansyah, langsung berkoordinasi dengan tim pendamping untuk mengambil langkah cepat membawa Afifah ke RSUD Haji Makassar agar segera mendapat perawatan intensif.
“Kami tidak bisa menunggu lama. Ini menyangkut nyawa seorang anak. Setelah komunikasi dengan orang tua, kami langsung membantu membawa pasien ke rumah sakit,” jelas Eka kepada tim media KLTV INDONESIA.
Setibanya di IGD RSUD Haji Makassar, tim medis segera melakukan tindakan darurat. Afifah langsung ditangani dan mendapat perawatan intensif di ruang PICU Anak setelah hasil laboratorium menunjukkan kondisi cukup serius. Namun, karena dibutuhkan penanganan lanjutan, pada pukul 00.30 dini hari, pasien akhirnya dirujuk ke RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Suasana haru sempat menyelimuti ruang tunggu rumah sakit ketika pendamping PKPM terus mendampingi keluarga pasien hingga proses rujukan selesai. Mereka memberikan dukungan moral dan membantu administrasi agar penanganan berjalan lancar.
“Kami akan terus mendampingi keluarga Afifah sampai kondisinya membaik. Ini bukan hanya soal bantuan medis, tapi juga kepedulian kemanusiaan,” ujar Eka Darmawansyah.

Eka Darmawansyah juga menyampaikan apresiasi besar kepada para tenaga medis yang telah bekerja sepenuh hati.
“Kami berterima kasih kepada Direktur RSUD Haji Makassar, Direktur RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Kabid, Kepala IGD, para dokter, dan perawat yang melayani dengan tulus dan ramah. Semoga kebaikan mereka menjadi ladang amal,” tambahnya.
Bagi keluarga kecil di Barombong itu, kehadiran Pendamping Kebijakan Pemerhati Masyarakat (PKPM) Sulsel menjadi harapan baru di tengah keterbatasan.
“Kami sangat bersyukur atas kepedulian PKPM. Semoga semakin banyak orang baik yang mau peduli kepada warga kecil seperti kami,” ucap Riska penuh haru.
Melalui semboyan “Salam Peduli Masyarakat”, PKPM Sulsel terus membuktikan eksistensinya sebagai lembaga sosial yang tanggap dan humanis. Di tengah realitas kehidupan yang serba sulit, kisah kecil Afifah Azzahra menjadi pengingat bahwa kepekaan dan kepedulian adalah obat paling manjur bagi kemanusiaan.
Turut hadir dalam kegiatan pendampingan,Andi Nur Afni, S.AP
Wakil Sekretaris Jendral PKPM
CC.Ketua Umum PKPM
CC.Ketua PKPM DPD MAKASSAR
Penulis: TIM





