Warga Kampung Bultap Jadi Korban Penipuan Online Modus Pesanan Shopee, Barang Tak Sesuai yang Dikirim

PANGKEP-KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com,Pangkep, 29 Oktober 2025 — Seorang warga Kampung Bultap, yang beralamat di Jalan Camat No. 8, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, menjadi korban penipuan belanja online melalui platform Shopee SE. Kasus ini kembali menjadi perhatian publik setelah korban menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya, di mana barang yang diterima tidak sesuai dengan pesanan yang dibayar secara penuh.

Korban diketahui memesan satu set jam tangan dan earphones melalui aplikasi Shopee SE pada tanggal 28 Oktober 2025, dengan total harga sebesar Rp160.000. Namun, saat pesanan tersebut tiba keesokan harinya, 29 Oktober 2025, korban sangat kecewa karena barang yang diterima hanya berupa tali jam tangan tanpa unit utama maupun earphones yang dijanjikan.

Warga setempat menduga bahwa paket tersebut dikirim dari Makassar, berdasarkan informasi pengiriman yang tertera di resi. Korban juga menuturkan bahwa akun penjual sempat menggunakan nama yang mencurigakan dan setelah transaksi selesai, akun tersebut sulit dihubungi dan diduga palsu.

“Awalnya terlihat meyakinkan karena tampilannya sama seperti toko resmi. Tapi setelah barang datang, yang tiba hanya tali jam. Ini jelas penipuan,” ujar korban dengan nada kecewa.

Korban menambahkan bahwa dirinya sempat melaporkan hal ini ke pihak customer service Shopee, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut yang jelas. Ia berharap pihak berwenang, terutama aparat kepolisian dan instansi perlindungan konsumen, dapat mengambil langkah tegas agar tidak ada lagi korban lain yang tertipu dengan modus serupa.

 

Warga sekitar juga mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berbelanja online, terutama ketika menemukan harga barang yang terlalu murah atau toko yang belum memiliki ulasan terpercaya. “Kami harap pihak terkait bisa menindaklanjuti kasus ini, karena sekarang banyak modus penipuan yang berkedok toko online resmi,” ujar salah satu warga.

Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat luas agar selalu memeriksa kredibilitas penjual dan ulasan produk sebelum melakukan transaksi daring, demi menghindari kerugian serupa yang menimpa warga Kampung Bultap.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *