TAKALAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com — Dalam upaya meningkatkan kualitas gizi serta keamanan makanan yang dikonsumsi oleh siswa di sekolah-sekolah, Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar menggelar Kursus Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan, Kamis (9/10/2025) siang, bertempat di Aula Kantor Makanan Bergizi, Kecamatan Polsel, Kabupaten Takalar.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini diikuti oleh para penjamah pangan dari berbagai sekolah dasar (SD), menengah (SMP), hingga menengah atas (SMA/SMK). Mereka mendapatkan pembekalan langsung dari Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Takalar, dengan materi seputar gizi dan kesehatan lingkungan yang menjadi pondasi utama keamanan pangan.

Menurut Masyita Hista, S.KM, selaku Bagian Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap peningkatan kualitas makanan bergizi bagi para siswa di Takalar.
“Kursus ini wajib diikuti dengan sungguh-sungguh. Karena makanan yang disajikan untuk anak-anak sekolah harus aman, sehat, dan bergizi agar mereka semangat belajar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Masyita menjelaskan bahwa para peserta kursus akan mempelajari 10 Standar Operasional Prosedur (SOP) Dapur Aman, mulai dari kebersihan alat masak, pemilihan bahan pangan, penyimpanan makanan, hingga penyajian. Semua tahapan itu harus diterapkan secara disiplin di setiap dapur sekolah agar terjamin keamanan dan kualitas makanannya.
Berikut 10 SOP Dapur Aman yang menjadi pedoman bagi seluruh penjamah pangan di lingkungan sekolah:
1. Kebersihan diri penjamah pangan – wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah mengolah makanan, serta menggunakan celemek dan penutup kepala.
2. Kebersihan peralatan dapur – seluruh alat masak dan peralatan makan harus dicuci bersih, dikeringkan, dan disimpan di tempat tertutup.
3. Pemilihan bahan makanan segar – hanya menggunakan bahan pangan yang masih layak, segar, dan tidak mengandung bahan berbahaya.
4. Penyimpanan bahan makanan – pisahkan bahan mentah dan matang, serta simpan pada suhu yang sesuai agar tidak terjadi kontaminasi.
5. Proses pengolahan makanan – pastikan makanan dimasak hingga matang sempurna untuk membunuh kuman atau bakteri.
6. Penyajian makanan – gunakan wadah bersih, hindari menyentuh makanan langsung dengan tangan, dan tutup makanan agar tidak terpapar debu.
7. Pengelolaan sisa makanan – buang sisa makanan yang tidak layak konsumsi dan jaga kebersihan tempat sampah.
8. Kualitas air dan bahan tambahan – gunakan air bersih dan bahan tambahan makanan yang telah mendapat izin edar dari BPOM.
9. Pengendalian hama dan kebersihan lingkungan dapur – pastikan dapur bebas dari serangga, tikus, dan sumber kontaminasi lainnya.
10. Pencatatan dan pengawasan – setiap kegiatan pengolahan makanan dicatat dan diawasi oleh petugas atau koordinator gizi sekolah.
“Kalau mereka tidak belajar kursus keamanan pangan siap saji, apa yang akan diterapkan di dapur? Setiap penjamah pangan wajib memahami SOP ini agar makanan yang disajikan benar-benar aman untuk dikonsumsi anak-anak,” tegas Masyita.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, dan kini tengah disosialisasikan di seluruh daerah, termasuk Kabupaten Takalar. Melalui kursus ini, Dinas Kesehatan berharap para penjamah pangan dapat menjadi ujung tombak keberhasilan program tersebut.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kursus ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran pentingnya tanggung jawab moral dalam menyediakan makanan bagi generasi muda.
“Setiap peserta harus mempraktikkan ilmu yang didapat setelah pelatihan. Karena yang kita layani bukan sekadar makan siang, tetapi masa depan anak bangsa,” tutur Masyita.
Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar menegaskan bahwa kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkala di berbagai kecamatan. Dengan demikian, diharapkan seluruh sekolah di Takalar dapat menerapkan standar keamanan pangan yang tinggi dan memastikan tidak ada lagi kasus keracunan atau makanan tidak layak konsumsi di lingkungan pendidikan.
Kursus keamanan pangan siap saji ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam mendukung visi besar mewujudkan Takalar Sehat dan Cerdas, di mana setiap anak sekolah berhak mendapatkan makanan yang aman, bergizi, dan penuh cinta kasih dari para penjamah pangan yang terlatih.
Penulis: Ikbal Nakku
Editor: Tim Redaksi KLTV Indonesia





