KLTV.indonesia.com Maros.Nama Edy Hadris dikenal luas di Kabupaten Maros bukan hanya sebagai aktivis dan jurnalis senior, tetapi juga sebagai tokoh kebudayaan yang setia menjaga nilai-nilai luhur bangsa.
Puluhan tahun ia mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat, bekerja senyap di balik kegiatan sosial, media, dan pelestarian budaya.
Kini, sosok bersahaja itu menjadi motor penggerak di balik organisasi kebudayaan DPD Persaudaraan Monta’ Bassi (PMB) Maros, sekaligus tokoh penting yang turut membina DPC GRIB Jaya Maros, sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) yang berkomitmen pada semangat persatuan dan pengabdian rakyat.
Pemimpin yang Merangkul, Bukan Menonjol
Sebagai Ketua DPD PMB Maros, Edy Hadris dikenal bukan karena wibawanya yang tinggi, melainkan karena kerendahan hatinya yang dalam.
Ia lebih suka membaur daripada berjarak. Rumahnya kerap menjadi tempat berkumpul bagi anggota dan sahabat-sahabatnya — bukan untuk rapat formal, tetapi untuk makan bersama dan berbagi cerita sederhana.
“Kita adalah rakyat yang memikul amanah dari rakyat. Merakyat adalah ciri khas kita. Kita tak perlu menginjak untuk menanjak,” ujarnya saat interview dalam acara silaturahmi DPC Grib Jaya Maros dan DPD MB Maros, Minggu (5/10).
Filosofi itu menjadi napas dalam setiap tindakannya. Ia menolak politik pencitraan dan memilih jalan pengabdian yang nyata: hadir di tengah rakyat, mendengar, lalu bertindak.
Jurnalis Senior yang Tak Pernah Lelah Mengabdi
Edy Hadris telah lama dikenal di kalangan insan pers di Sulawesi Selatan.
Sebagai jurnalis, ia menjalankan profesinya bukan hanya untuk menulis berita, tetapi untuk menyuarakan keadilan sosial dan menolong mereka yang lemah posisi.
Ketika masyarakat menghadapi persoalan, ia sering turun langsung ke lapangan tanpa perlu diminta.
“Saya mengenal beliau sudah lama,” ujar Jufri, seorang jurnalis lokal.
“Edy itu figur sesepuh yang bersahaja — rendah hati, berwawasan luas, dan tak pernah berhenti bekerja untuk masyarakat. Puluhan tahun beliau mengabdikan waktunya untuk kegiatan sosial tanpa pamrih.” tambahnya.
Ketekunan itu membuatnya dihormati lintas generasi — baik oleh sesama wartawan, aktivis, maupun tokoh masyarakat.
Menjadikan PMB Maros Wadah Budaya dan Persaudaraan
Sebagai Ketua DPD Persaudaraan Monta’ Bassi (PMB) Maros, Edy Hadris telah membawa organisasi ini menjadi ruang hidup bagi kebudayaan dan solidaritas.
Di tangannya, PMB bukan hanya lembaga formal, tapi menjadi gerakan moral untuk menjaga akar budaya dan nilai-nilai adat.
Salah satu inisiatif besarnya adalah rencana Festival Budaya Forum Pemerhati Adat dan Budaya Nusantara Maros yang akan digelar di Bantimurung pada awal November 2025.
Acara ini akan mempertemukan pelaku seni, komunitas adat, dan masyarakat lintas daerah untuk merayakan kekayaan budaya lokal.
“Budaya bukan sekadar tarian dan pakaian adat. Budaya adalah cara kita saling menghormati dan menghargai perbedaan,” tutur Edy.
“Selama kita masih menjaga budaya, selama itu pula kita menjaga jati diri bangsa.” tambahnya.
Kolaborasi dengan GRIB Jaya: Ormas yang Bergerak Bersama Rakyat
Selain memimpin PMB, Edy Hadris juga aktif membina GRIB Jaya Maros, sebuah ormas yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi, dan kemasyarakatan.
Di bawah pandangannya, GRIB Jaya di Maros tumbuh sebagai wadah yang tidak hanya berbicara tentang solidaritas, tetapi juga menggerakkan kemandirian rakyat.
Program-program yang ia dorong — seperti budidaya ikan air tawar, penanaman jagung kuning, jasa kebersihan, hingga pendampingan hukum masyarakat — menjadi contoh nyata bagaimana ormas dapat hadir membawa solusi, bukan sekadar simbol pergerakan.
GRIB Jaya di tangan Edy menjelma menjadi ormas yang merakyat, bergerak dengan hati, dan tetap berpijak pada nilai persaudaraan.
Teladan bagi Generasi Muda
Bagi kalangan muda, Edy Hadris adalah inspirasi tentang bagaimana menjadi pemimpin tanpa kehilangan sisi kemanusiaan.
Ia menunjukkan bahwa kekuatan sejati bukan berasal dari jabatan atau kekuasaan, melainkan dari ketulusan dan kerja nyata untuk sesama.
Sikapnya yang konsisten menjaga nilai-nilai kemanusiaan, budaya, dan solidaritas membuatnya layak disebut sebagai sesepuh rakyat Maros — seorang tokoh yang menuntun, bukan menonjolkan diri.
Edy Hadris adalah figur langka di masa kini — jurnalis yang tetap aktivis, aktivis yang tetap berbudaya, dan pemimpin yang tetap merakyat.
Melalui perannya di PMB dan GRIB Jaya Maros, ia menunjukkan bahwa pengabdian sejati tidak butuh panggung besar; cukup hati yang tulus dan langkah yang konsisten.
Maros patut berbangga memiliki sosok seperti dia — penjaga nilai, penggerak persaudaraan, dan pewaris semangat Indonesia Raya.
(RS/Im)





