MAKASSAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com-— Di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan, semangat gotong royong ternyata masih tumbuh subur di hati masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan Aksi Gotong Royong yang digelar warga Kelurahan Pampang, Kota Makassar, Minggu (5/10/2025). Kegiatan ini melibatkan DPW Muda Bergerak Sulawesi Selatan, DPD Muda Bergerak Kota Makassar, Karang Taruna, serta para Ketua RW, RT, dan warga setempat, yang bahu membahu membersihkan lingkungan.
Suasana pagi di Pampang tampak hidup. Warga, pemuda, dan tokoh masyarakat turun ke jalan, membersihkan saluran air, memangkas rumput liar, hingga menata area publik. Bagi mereka, gotong royong bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk nyata kepedulian sosial dan kebersamaan yang mulai jarang ditemukan di kota besar.
Ketua DPW Muda Bergerak Sulsel, Muh. Alief, menilai kegiatan ini sebagai momentum penting untuk membuktikan bahwa pemuda bisa menjadi motor penggerak perubahan, bukan hanya penonton.
“Hari ini kita buktikan bahwa pemuda tidak hanya bisa bicara perubahan — tapi mengerjakannya bersama rakyat! Gotong royong di Pampang ini adalah simbol bahwa perubahan dimulai dari aksi nyata, dari bawah, bersama masyarakat,” tegas Muh. Alief saat ditemui tim KLTV Indonesia.
Lebih lanjut, Alief menekankan pentingnya memperluas kolaborasi lintas wilayah dan komunitas. Menurutnya, gerakan sosial seperti ini tidak boleh berhenti di satu titik, tetapi harus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sulawesi Selatan.
“Ke depan, kami ingin memperkuat kolaborasi seperti ini — tidak hanya di Makassar, tapi juga di berbagai kabupaten dan kota. Karena perubahan sejati lahir dari kolaborasi: masyarakat bergerak, pemuda terlibat, pemerintah mendukung. Jika tiga unsur ini bersatu, maka perubahan bukan sekadar mimpi,” ujarnya penuh semangat.
Warga Pampang sendiri menyambut hangat kehadiran Muda Bergerak dalam kegiatan sosial tersebut. Mereka berharap kolaborasi antara masyarakat dan pemuda terus berlanjut, tidak hanya dalam kegiatan kebersihan, tapi juga pemberdayaan ekonomi dan sosial di tingkat kelurahan.
Kegiatan gotong royong ini juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal seperti sipakatau, sipakainge, dan sipakalebbi — yang menjadi identitas masyarakat Bugis-Makassar — masih dijunjung tinggi oleh generasi muda. Semangat itu pula yang menghidupkan gerakan sosial modern seperti Muda Bergerak.
Melalui aksi ini, Muda Bergerak Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis masyarakat dan pemuda di berbagai daerah. Dengan langkah kecil seperti gotong royong, mereka yakin perubahan besar bisa dimulai dari lingkungan sendiri.
Dan di Pampang, semangat itu sudah lahir. Sebuah bukti bahwa ketika rakyat dan pemuda bersatu, perubahan bukan lagi wacana — melainkan kenyataan yang sedang dikerjakan bersama.
-Tim Liputan: Agusran







