Meriah dan Penuh Kekeluargaan, The Big Family Puang M. Idris Gelar Maulid Nabi Muhammad Saw

MAKASSAR – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-– Suasana penuh khidmat sekaligus meriah tampak menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw yang digelar oleh keluarga besar The Big Family almarhum Puang M. Idris Bersama KLTV INDONESIA di Jalan Parinring Dalam 1, Kelurahan Manggala,Kecamatan Manggala, Makassar, pada Sabtu (27/9/2025). Kegiatan ini menghadirkan nuansa kebersamaan dengan balutan nilai religius dan budaya, serta dihadiri oleh berbagai tokoh masyarakat dan lembaga.

 

Acara yang berlangsung hangat tersebut turut dihadiri oleh Pemimpin Redaksi KLTV Indonesia, Frans Kato, ketua LEMBAGA BADIK CELEBES INDONESIA (LBCI)DPC MAKASSAR ,ANDI HASANUDDIN, SEKERTARIS LBCI DPC GOWA,M.JAFAR SESE, KETUA UMUM LASKAR 99 BAWAKARAENG, TONY SEMESTA, PEMBINA L99BWK,IBNU HAJAR,KETUA KOMNAS WASPAN RI, DRS SHAFFRY SJAMSUDDIN, BENDAHARA LEMBAGA MONTA BASSI CELEBES, SAHARUDDIN,KETUA UMUM KONTU TOJENG ,ABDY dg Maleo, keluarga besar almarhum M. Idris, tokoh masyarakat setempat, majelis taklim RT 05 Manggala, kru KLTV Indonesia, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan dan lembaga budaya.

 

Muh Tahang Angga, selaku tuan rumah sekaligus penanggung jawab Media Online dan Streaming KLTV Indonesia, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para Rekan rekan serta tamu undangan.

“Alhamdulillah, hari ini kita masih diberi kesempatan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw. Selain sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi di antara kita,” ujar Angga yang juga merupakan Bendahara Umum Laskar 99 Bawakaraeng.

Dalam kesempatan tersebut, Frans Kato Selaku PIMPRED K-LTV INDONESIA menegaskan pentingnya menjadikan momentum Maulid sebagai wadah pembelajaran, tidak hanya dalam konteks keagamaan, tetapi juga dalam memperkuat toleransi dan kerja sama antar komunitas.

“Media harus hadir sebagai ruang pembelajaran. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam satu acara ini adalah bukti bahwa silaturahmi dan toleransi dapat diwujudkan dalam kebersamaan,” tutur Frans.

Puncak acara diisi dengan Ceramah Maulid yang disampaikan oleh Ustadz Faturahman, S.Ag. Dalam ceramahnya, ia menekankan bahwa peringatan Maulid bukanlah kewajiban ataupun sunnah, melainkan anjuran yang sarat dengan hikmah.

“Maulid ini kita peringati setiap tahun agar kita senantiasa mengingat dan meneladani akhlak Rasulullah. Nabi Muhammad Saw adalah suri teladan yang memiliki akhlak mulia, dan itulah yang sepatutnya kita warisi dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Suasana kian meriah dengan tampilan warna-warni dekorasi yang menghiasi lokasi acara. Kehangatan dan keceriaan para undangan membuat momentum Maulid ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan juga ruang interaksi sosial yang memperkuat nilai kebersamaan.

Bagi keluarga besar almarhum M. Idris, kegiatan ini juga menjadi momen penghormatan terhadap nilai-nilai Budaya yang diwariskan. Tidak hanya merayakan kelahiran Nabi Muhammad Saw, tetapi juga memperkokoh ikatan kekeluargaan serta peran mereka dalam kehidupan sosial masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan yang ditunjukkan, Maulid Nabi kali ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai religius, budaya, dan sosial dapat berpadu dalam satu perayaan. Kehadiran berbagai elemen masyarakat menunjukkan bahwa momentum Maulid mampu menjadi perekat di tengah keberagaman.

Penulis: M.YASIN QQ

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *