SMA N1 Tanah Jawa Adakan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H Berlangsung Hikmad.

T.Jawa, K-LTV indonesia – Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1447 H yang dilaksanakan hari Kamis, (18/9/’25) dilapangan SMA Negeri 1 Tanah Jawa dengan suasana hikmad , sederhana namun melukiskan penuh kekeluargaan.

Acara diawali protokol, dilanjut pembacaan ayat Suci Al Quran oleh siswa. Kemudian, laporan ketua panitia pelaksana.

Kata sambutan singkat, Kepala SMA Negeri 1 Tanah Jawa Rahmayanti Lubis mengucapkan rasa terima kasih kepada
siswa telah mempersiapkan acara ini. Semoga apa yang disampaikan Ustad
nantinya dapat dijadikan pedoman bagi anak- anak sekalian, tuturnya mengahiri.

Maulid Nabi Besar ini mengadopsi thema, “Nabi Muhammad Sebagai Teladan Dalam Hidup bertoleransi dan
berkasih Sayang antar Umat Beragama”.
Sebagai penyampai Tausiah/ceramah yakni, Al-Ustad  Drs Rustam Ashari Ritonga, MM.

Tausiah mengisahkan tentang, Toleransi dan kasih sayang” diperankan Nabi Muhammad Rasulullah meskipun terhadap orang yang membencinya, konsisten berprilaku santun

Ust.Rustam yang dikenal familiar ini, memaparkan kisah seorang pengemis buta suku Qurais diberi makan setiap harinya oleh Rasulullah, namun si buta tidak tahu bahwa orang yang memberi Ianya makan tersebut adalah Rasulullah orang yang selalu dijelekkannya.

Orang qurais ini, selalu menghina Rasulullah serta mengatakan kepada orang bahwa Rasullullah adalah pembohong, gila dan tukang sihir.

Ust.Rustam menjelaskan, wafatnya Rasulullah tidak ada lagi memberi sipengemis qurais makan. Setelah itu,
Abu Bakar Siddik menggantikan  Rasulullah memberi makan pengemis qurais ini, setelah Abu Bakar mendengar penjelasan dari istri Rasul.

Orang buta qurais ini ketika diberi makan oleh Abu Bakar, mengatakan kau tidak selembut Dia katanya, dan bertanya, siapa Dia ? Abu Bakar menjawab sembari menangis, mengatakan bahwa Dia adalah Rasullullah. Dan sipengemis buta qurais pun terkejut, bahwa Ia telah berbuat salah kepada orang yang begitu baik. Akhirnya, Ia pun masuk Islam, kata Ustad Rustam mengahiri kisah tersebut.

Selai itu, Ust Rustam berpesan kepada pelajar dan hadirin, banyak lah bersalawat. Dan Rajin lah membaca Al Quran, tutupnya dengan mengucapkan Hamdallah.

Kesimpulan kisah yang menarik ini, memberi kesan bahwa Rasulullah mencontohkan kepada umatnya bahwa sabar, ikhlas, pengasih dan menyayangi
menjadikannya sosok pemimpin yang amanah.

Acara ini diselingi  sejumlah group folsong mengumandangkan lagu bernapaskan  agama.

Kehadiran para siswa putra maupun putri  pada perayaan Maulid Nabi terlihat tertib santun berpakaian sebagaimana adab Islami, dan dapat diberi acungan jempol walaupun mereka duduk beralaskan tikar mereka cukup sabar menanti acara pokok tausiah dari Ustad, semoga. (R. 766hi).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *