Denpasar – KLTV INDONESIA.COM Hujan deras yang mengguyur Kota Denpasar sejak Selasa malam membuat sejumlah wilayah lumpuh akibat terendam banjir. Air yang meluap bukan hanya menutup akses jalan utama, tetapi juga menyebabkan robohnya sebuah bangunan bertingkat di kawasan pusat kota. Kejadian ini sontak membuat warga panik dan sebagian memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan pantauan , genangan air mencapai setinggi pinggang orang dewasa di beberapa titik, seperti Jalan Gatot Subroto dan kawasan Renon. Kendaraan roda dua maupun roda empat tampak mogok karena tak mampu melintasi derasnya arus air. Sejumlah pengendara bahkan terpaksa menuntun motornya untuk mencari jalan alternatif.
Peristiwa yang paling menyita perhatian adalah ambruknya bangunan bertingkat di Jalan Teuku Umar. Menurut keterangan warga sekitar, bangunan tersebut roboh setelah bagian pondasi tak lagi kuat menahan genangan air. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, meski beberapa orang mengalami luka ringan akibat tertimpa material bangunan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Denpasar, saat dikonfirmasi, menyebut bahwa tim gabungan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi warga serta menyalurkan bantuan darurat. “Kami sudah membuka posko pengungsian sementara di beberapa titik, termasuk di balai banjar dan sekolah-sekolah terdekat,” ujarnya.
Di sisi lain, aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan berjibaku mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan total. Jalan protokol yang biasanya padat kini benar-benar lumpuh. Banyak pengendara yang memilih menepi sambil menunggu banjir surut. Situasi ini menambah beban warga yang harus tetap beraktivitas, terutama pekerja harian.
Salah seorang warga, I Made Suardana, mengaku trauma dengan kejadian kali ini. “Setiap musim hujan memang langganan banjir, tapi tahun ini paling parah. Apalagi sampai ada gedung yang roboh, itu bikin kami makin khawatir,” ungkapnya kepada wartawan
Para pakar tata kota menilai, banjir di Denpasar bukan hanya akibat curah hujan tinggi, tetapi juga karena buruknya drainase serta semakin padatnya pembangunan. Hal ini menjadi pelajaran penting agar pemerintah dan masyarakat bersama-sama memperhatikan tata kelola lingkungan perkotaan.
Saat berita ini diturunkan, petugas masih melakukan pembersihan material bangunan yang ambruk serta mengalihkan arus lalu lintas ke jalur alternatif. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan hujan lebat dalam beberapa hari ke depan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa bencana dapat datang kapan saja. Selain membutuhkan kesiapan pemerintah, kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga menjadi kunci agar tragedi serupa tidak terulang.
*ARI ANSARI








