TAKALAR – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– – Aksi demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Takalar Menggugat (AMPTM) berlangsung panas di depan Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Takalar, Mohammad Firdaus Daeng Manye, pada Senin (8/9/2025) siang. Massa menuntut berbagai persoalan pembangunan, mulai dari jalan rusak, pengadaan lampu jalan, hingga transparansi anggaran daerah.
Pantauan langsung Tim KLTV Indonesia, aksi yang digelar sekitar pukul 13.00 WITA itu sempat menyedot perhatian warga. Poster tuntutan dan orasi silih berganti dikumandangkan, menolak pembangunan gedung baru Kantor Bupati yang dinilai masih Layak serta pembangunan gedung DPRD Takalar yang kini sudah memasuki tahap perencanaan.
Namun, yang menjadi fokus massa adalah kondisi jalan di Kecamatan Mappakasunggu dan Polongbangkeng Selatan serta sejumlah titik lainnya yang dinilai rusak parah dan belum mendapat perhatian serius. Mereka juga mendesak pemerintah segera memasang lampu jalan di kawasan yang sama untuk menjamin keselamatan masyarakat.
Situasi mulai mengkhawatirkan ketika aksi massa nyaris memicu kericuhan kecil. Api sempat terlihat menyala di depan Rujab Bupati. Tak menunggu lama, Kapolres Takalar, AKBP Supriadi Rahmat, S.I.K., M.M., turun langsung memimpin pengamanan. Didampingi Kasat Intelkam, ia memastikan tidak ada tindakan anarkis yang merugikan masyarakat maupun fasilitas negara.
“Kami bergerak cepat agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terjadi. Aksi boleh dilakukan, tapi jangan sampai ada kericuhan. Polisi hadir untuk memastikan mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi dengan aman,” tegas Kapolres Takalar kepada wartawan KLTV Indonesia di lokasi.
Kapolres juga menegaskan bahwa pihaknya tidak melarang mahasiswa menyampaikan kritik, selama dilakukan dengan damai dan tidak merusak fasilitas umum. Menurutnya, polisi justru berkewajiban menjaga keamanan agar aspirasi tersampaikan tanpa hambatan.
“Rekan-rekan mahasiswa harus paham, perjuangan ini bukan untuk merusak, tapi untuk menghadirkan perubahan. Karena itu, kami imbau tetap tertib dan fokus pada substansi tuntutan,” tambahnya.
Meski berulang kali menolak proyek pembangunan gedung baru, mahasiswa tetap menekankan bahwa kebutuhan dasar masyarakat seperti jalan dan penerangan jalan umum harus menjadi prioritas. Mereka juga menuntut transparansi penggunaan efisiensi anggaran yang dilakukan Pemkab Takalar bersama DPRD.
Aksi demonstrasi yang berlangsung selama hampir dua jam akhirnya berjalan kondusif berkat pengamanan ketat aparat kepolisian. Kapolres Takalar memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan semua elemen agar jalannya demokrasi tetap sehat, aman, dan mendidik.
Penulis: Ikbal Nakku – KLTV Indonesia








