Personil Koramil 10 Panakukang Jaga Ketat Aksi Buruh di Kantor DPRD

MAKASSAR – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-– Aksi unjuk rasa yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (DPW FSPMI) Sulawesi Selatan di depan Kantor DPRD Provinsi Sulsel, Jalan Urip Sumoharjo, Kamis (28/8/2025), berlangsung dalam pengamanan ketat aparat keamanan, termasuk personil Koramil 10 Panakukang.

Sekitar 100 orang buruh yang dipimpin Taufik, S.M., M.Si—yang juga Ketua Partai Buruh—turun ke jalan sejak pukul 12.17 WITA. Mereka menyuarakan tuntutan kenaikan Upah Minimum 2026 sebesar 8,5 hingga 10,5 persen serta penghapusan sistem kerja outsourcing yang dinilai merugikan pekerja.

Pengamanan dari aparat TNI-Polri, termasuk Babinsa Koramil 10 Panakukang, dilakukan sejak awal hingga aksi berakhir. Personil terlihat berjaga di titik-titik strategis guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif di sekitar lokasi aksi.

Dalam orasi yang dilakukan secara bergantian, massa buruh juga mengibarkan bendera, membentangkan spanduk, serta membagikan selebaran kepada masyarakat. Mereka menegaskan enam tuntutan utama, di antaranya pembentukan Satgas PHK, penghapusan pajak pesangon dan THR, reformasi pajak perburuhan, hingga pengesahan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibus Law.

Aksi kali ini tidak hanya diikuti FSPMI, tetapi juga mendapat dukungan dari sejumlah organisasi, seperti FSBPI, KPBI, SP AMT, Jarnas Indo, Komite Politik Nasional, Forwa Makassar, Partai Buruh, hingga PSBM. Kehadiran berbagai elemen membuat barisan buruh semakin solid dalam menyuarakan aspirasi.

Sekitar pukul 13.10 WITA, perwakilan massa diterima langsung oleh Mahmud, anggota DPRD Sulsel dari Komisi E (NasDem). Dalam kesempatan itu, Mahmud menegaskan bahwa tuntutan buruh akan ditampung dan diteruskan ke pimpinan, serta menjadi bahan pembahasan melalui Lembaga Kerja Sama Tripartit Nasional (LKS Tripnas) dan Dewan Pengupahan Nasional.

Rangkaian aksi berlanjut dengan orasi di depan kantor BPJS Kesehatan. Meski penuh semangat dan diwarnai suara lantang para orator, jalannya unjuk rasa tetap terkendali berkat pengamanan terpadu dari aparat kepolisian bersama personil Koramil 10 Panakukang.

Menjelang pukul 13.55 WITA, massa membubarkan diri secara tertib. Tidak ada insiden yang mengganggu jalannya aksi, sehingga kegiatan dinyatakan selesai dalam keadaan aman dan terkendali.

Kehadiran personil Koramil 10 Panakukang bersama jajaran keamanan lainnya menjadi faktor penting dalam memastikan aspirasi buruh tersampaikan dengan damai tanpa menimbulkan kericuhan. Aksi ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara masyarakat, buruh, dan aparat tetap terjaga di Kota Makassar.

*TIM

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *