Heboh di SMA 2 Takalar !!, Oknum Guru Diduga Lakukan Tindakan Tak Patut: Ada Apa Dunia Pendidikan ?

TAKALAR – KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com-— Dunia pendidikan di Kabupaten Takalar kembali diguncang kabar kurang menyenangkan. Seorang siswi SMA 2 Takalar berinisial M.K diduga mendapat perlakuan tidak pantas dari wali kelasnya, seorang guru berinisial H.M, yang berujung pada laporan keluarga korban ke pihak berwajib.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Senin (25/8/2025). Menurut keterangan keluarga korban, sang guru diduga memerintahkan siswi untuk berdiri di halaman sekolah sebagai bentuk hukuman. Perlakuan tersebut dinilai melanggar etika pendidikan dan membuat korban mengalami trauma hingga enggan kembali ke sekolah.

“Perbuatan guru itu tidak bagus. Malah ketika ditegur, dia mengatakan silakan melapor ke Polres Takalar. Karena itu, kami melaporkan kasus ini agar mendapat perhatian serius,” ujar keluarga korban yang enggan disebutkan namanya saat ditemui, Selasa (26/8/2025).

Keluarga korban menegaskan bahwa dunia pendidikan seharusnya menjadi tempat siswa mendapatkan pembinaan yang baik, bukan justru menghadirkan trauma. Mereka pun meminta Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan turun tangan memanggil guru yang bersangkutan untuk diberikan sanksi.

“Kami harap guru itu dipanggil dan diberikan sanksi agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Dunia pendidikan di Sulsel harus bersih dari tindakan yang merusak citra guru maupun sekolah,” tambahnya.

Lebih jauh, keluarga korban menyebut tindakan itu membuat pihak keluarga besar merasa kecewa. Mereka mengaku sudah mengadukan persoalan ini kepada pihak kepolisian sebagai bentuk pencarian keadilan.

“Kami ingin dunia pendidikan di Sulsel tetap dihormati. Jangan sampai orang tua kehilangan kepercayaan pada sekolah,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, salah satu pemerhati pendidikan di Takalar, Farid.S, meminta semua pihak untuk menahan diri dan menyerahkan penyelesaian kasus kepada mekanisme hukum serta Dinas Pendidikan. Menurutnya, kasus ini harus dijadikan evaluasi bersama agar dunia pendidikan semakin sehat.

“Pendidikan harus membentuk karakter yang baik, bukan menimbulkan rasa takut. Jika ada guru yang khilaf, tentu harus ada pembinaan dan evaluasi. Namun di sisi lain, kita juga perlu menjaga agar nama baik sekolah tidak semakin tercoreng,” jelas Farid.

Kasus ini pun menjadi sorotan publik, karena menyangkut reputasi sekolah sekaligus kredibilitas tenaga pendidik. Banyak pihak berharap agar masalah ini segera diselesaikan dengan bijak tanpa merugikan hak-hak siswa.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, pihak SMA 2 Takalar maupun Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan belum memberikan keterangan resmi terkait laporan keluarga korban. Publik pun menanti langkah tegas pemerintah daerah dalam merespons persoalan ini.

Penulis: Ikbal Nakku – KLTV Indonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *