PANGKEP-KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com,Malaka, Pangkep — Dalam rangka upaya percepatan penurunan stunting serta menyusun rencana pembangunan desa yang inklusif dan partisipatif, Pemerintah Desa Malaka, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, menggelar kegiatan Rembuk Stunting dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbang Inklusi) untuk penyusunan RKPDes Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 04 Agustus 2025, bertempat di Aula Kantor Desa Malaka mulai pukul 09.00 Wita hingga selesai.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kopda Sultan, selaku Babinsa Desa Malaka yang mewakili unsur TNI dalam mendukung program pembangunan desa dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus stunting yang menjadi isu prioritas nasional.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang membangkitkan semangat kebangsaan seluruh peserta. Setelah itu, sambutan-sambutan disampaikan oleh unsur pemerintah desa, kecamatan, dan perwakilan instansi teknis. Penjelasan teknis terkait strategi dan mekanisme penyusunan RKPDes Tahun 2026, serta intervensi spesifik dan sensitif terhadap stunting disampaikan oleh Tim Ahli dari Kabupaten Pangkep, Ir. Abdi Halim.
Sesi tanya jawab menjadi bagian penting dalam forum ini, di mana masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan kader posyandu berkesempatan menyampaikan masukan serta pertanyaan langsung terkait program-program prioritas dan penanganan masalah stunting di wilayah mereka. Diskusi berjalan dinamis, penuh antusiasme, serta menunjukkan tingginya partisipasi warga.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain:
Hamsar, S.Sos (Camat Tondong Tallasa)
Jamaluddin Rahmat, S.Kep., Ns. (Kepala Puskesmas Bantimala)
Ir. Abdi Halim (Tim Ahli Kabupaten Pangkep)
Sekretaris Desa Malaka, Hasriadi, S.Pd., M.M. beserta jajaran staf
Kopda Sultan (Babinsa Desa Malaka)
Bripka Abd. Kadir, S.Psi., M.M. (Bhabinkamtibmas Desa Malaka)
Ketua dan anggota BPD, Ketua TP PKK, Pendamping Lokal Desa, PLKB, KPM, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan unsur RT/RW
Total peserta yang hadir diperkirakan mencapai 40 orang, yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kader posyandu dan tokoh perempuan yang menjadi ujung tombak dalam pencegahan stunting di tingkat desa.
Dalam keterangannya, Kopda Sultan menyampaikan apresiasi atas sinergi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan desa yang berbasis data dan kebutuhan riil masyarakat. “Kegiatan ini sangat penting untuk mengintegrasikan program pembangunan dan kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting, agar anak-anak di desa ini tumbuh sehat dan cerdas, sebagai generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Kegiatan berakhir pada pukul 12.00 Wita dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Diharapkan hasil dari rembuk stunting dan musrenbang inklusi ini mampu menjadi dasar perencanaan pembangunan Desa Malaka yang lebih baik, sehat, dan berdaya saing di masa depan.





